• Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Wednesday, October 7, 2026
Ekonomi Pos
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir
No Result
View All Result
EkonomiPos.Com
No Result
View All Result

Bau Nyale si Cacing Laut dari Lombok yang Diburu dan Disantap

10/02/2015
Share on FacebookShare on Twitter

CACINGEkonomi.com, Jakarta Pagi ini, ratusan ribu masyarakat Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) berkumpul di pantai Seger, Desa Kute, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, untuk mengikuti tradisi rutin tahunan yaitu “Bau Nyale” atau menangkap cacing laut.

Bau Nyale adalah tradisi turun temurun yang diadakan warga Lombok Tengah untuk mempertahankan nilai budaya suku Sasak Lombok yang telah ada sejak ratusan tahun silam. Pada tradisi ini warga suku Sasak berkumpul di pantai Seger, untuk menangkap nyale.

Dengan membawa peralatan sederhana untuk menangkap nyale seperti jaring dan ember, warga kemudian menunggu semalam suntuk di pantai Seger sambil meneunggu waktu yang tepat untuk menangkap nyale yaitu sekitar satu jam sebelum fajar.

Setelah waktu bau nyale tiba, sambil membawa jaring dan ember tersebut warga kemudian menuju ke laut Seger, sambil mencari nyale nyale yang ada di gulungan ombak. Nyale nyale tersebut nantinya akan dijadikan santapan.

“Biasanya saya masak, dan saya buat sambal goreng, tapi lebih enak kalau nyale ini dibuat pepes,” ujar Hilmiah, warga Lombok Tengah, sambil mencari Nyale, Selasa (10/2/2015).

Tak hanya warga lokal saja yang datang menyaksikan atau ikut mengadakan tradisi ini. Warga luar daerah bahkan turis asing juga ikut meramaikan tradisi unik yang berlangsung sekali setahun ini.

Salah seorang pengunjung, Eka Husni misalnya, dia rela datang dari Bima hanya untuk melihat tradisi ini sekaligus ingin mengabadikan moment moment keramaian.

“Saya dengar dari tenman-teman ada tradisi unik menangkap cacing laut di Lombok Tengah, jadi saya nggak mau ketinggalan. Dan saya paksakan diri datang,” ujar Eka, saat berbincang dengan Liputan6.com, Selasa (10/2/2015) pagi.

Bagi masyarakat setempat, Nyale atau cacing laut yang ditangkap tersebut diyakini sebagai jelmaan putri Mandalika. Putri mandalika dikenal putri tercantik seantaro Lombok saat itu. Karena kecantikannya itu beberapa orang pangeran dari kerajaan lain berniat mempersuntingnya.

Namun karena bingung harus memilih satu diantara banyak pangeran tersebut, akhirnya putri Mandalika memilih untuk menceburkan dirinya di laut Pantai Seger dari atas tebing. Konon, jasad putri Mandalika berubah menjadi Nyale yang berwarna warni.(liputan6)

Share76Tweet48

Kabar Terkait

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi
Berita

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi

07/10/2026
Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif
Berita

Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif

07/10/2026
Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter
Berita

Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter

06/10/2026
Load More
EkonomiPos.Com

We bring you the best Economy News

  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2025 EkonomiPos.com.

No Result
View All Result
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir

© 2025 EkonomiPos.com.

Go to mobile version