• Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Thursday, October 8, 2026
Ekonomi Pos
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir
No Result
View All Result
EkonomiPos.Com
No Result
View All Result

Tinjau Peternakan Burung Puyuh, Ketua PKK Siak Sebut Bisa Menambah Omset Bagi Kaum Ibu di Tengah Covid-19

13/07/2020
Share on FacebookShare on Twitter

SIAK – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Siak, Rasidah Abdul Gani mengajak para ibu-ibu turut andil dalam membangkitkan kondisi ekonomi keluarga yang anjlok akibat dampak dari Covid-19.

Istri Bupati Siak ini mengaku terinspirasi oleh usaha peternakan burung puyuh milik Endang Suprihatin (51) seorang ibu yang merupakan warga Kampung Bungaraya, Kecamatan Bungaraya yang sempat ia kunjungi pagi ini, Senin (13/7/2020).

Rasidah kagum dengan Endang yang mampu berinovasi dalam menciptakan peluang usaha untuk meningkatkan pendapatannya.

“Kegiatan ibu Endang itu bisa dicontoh oleh kaum ibu-ibu lain, peluang usaha yang cukup menjanjikan untuk mendapat tambahan penghasilan,” kata Rasidah yang juga berprofesi sebagai guru di SMA Negeri 1 Siak itu.

Ia menceritakan, usaha peternakan burung puyuh Endang baru berjalan 1 tahun 6 bulan. Namun omset yang di dapat cukup untuk menambah penghasilan sehari-hari.

“Prospek beternak burung puyuh itu pemasaran telurnya lancar, harga telur normal, dan ketersediaan pakan cukup memadai. Termasuk mudah untuk dibudidayakan,” katanya.

Dijelaskannya, dalam sehari peternakan burung puyuh Endang bisa menghasilkan 6 papan telor sekali panen. Satu papan itu sebanyak 100 butir dijual Rp30 ribu per papan. Jika dijumlahkan sehari diperoleh Rp180 ribu per hari, dari 600 ekor yang produktif.

“Berawal dari 50 ekor burung puyuh hingga sekarang ini sudah berkembang biak menjadi banyak,” cerita Rasidah.

Selain menjual telurnya, sambung Rasidah, Endang juga menjual burung puyuh anakan dan indukan. Untuk umur 20 hari ia jual Rp8.000 per ekor, umur 30 hari Rp10.000 dan yang produktif atau siap bertelur  Rp12.000 per ekor.

Menurut Rasidah, beternak puyuh tidak begitu banyak memakan tempat, sehingga bisa dipelihara di pekarangan rumah seperti yang dilakukan Endang.

Ia berharap, kaum perempuan khususnya di Kabupaten Siak dapat mengambil pelajaran dari usaha yang digandrungi Endang dan bisa membaca peluang usaha agar dapat meningkatkan pendapatan keluarganya pasca Covid-19.(adv)

Share76Tweet48

Kabar Terkait

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi
Berita

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi

07/10/2026
Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif
Berita

Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif

07/10/2026
Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter
Berita

Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter

06/10/2026
Load More
EkonomiPos.Com

We bring you the best Economy News

  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2025 EkonomiPos.com.

No Result
View All Result
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir

© 2025 EkonomiPos.com.

Go to mobile version