• Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Thursday, October 8, 2026
Ekonomi Pos
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir
No Result
View All Result
EkonomiPos.Com
No Result
View All Result

PP Properti Pastikan Harga IPO Rp 185 per Saham

12/05/2015
Share on FacebookShare on Twitter
fot/int
fot/int

Ekonomipos.com, Jakarta– PT PP Properti Tbk, anak usaha PT PP Tbk menetapkan batas bawah harga saham perdana yaitu Rp 185 per saham. Kisaran harga saham yang ditawarkan Rp 185-Rp 320 per saham dalam rangka penawaran saham perdana/initial public offering (IPO).

Dengan penetapan harga IPO itu, perseroan akan memperoleh dana sekitar Rp 908,78 miliar. PT PP Properti Tbk akan melepas 4,91 miliar saham baru atau sekitar 34,98 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dan setiap saham memiliki nilai nominal Rp 100 . Dana hasil IPO, sebagian besar dana atau sekitar 75 persen akan digunakan untuk pengembangan usaha.

Sisanya 15 persen digunakan untuk pengembangan proyek Grand Kamala Lagoon, Grand Sungkono Lagoon, dan Gunung Putri Square. Sedangkan sisanya 10 persen akan digunakan untuk melunasi pinjaman kepada induk usaha PT PP (Persero) Tbk.

Untuk melaksanakan IPO ini, perseroan telah menunjuk sejumlah penjamin emisi efek antara lain PT Bahana Securities, PT CIMB Securities Indonesia, PT CLSA Indonesia, PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas.

Jadwal IPO antara lain pernyataan efektif dari OJK diharapkan dapat diperoleh pada 8 Mei 2015, masa penawaran umum pada 11-13 Mei 2015. Perseroan mengharapkan pencatatan saham perdana dapat dilakukan pada 19 Mei 2015.

Analis PT First Asia Capital, David Sutyanto mengatakan, harga saham PT PP Properti Tbk yang ditetapkan di batas bawah menunjukkan ada pengaruh dari sentimen perlambatan ekonomi Indonesia di kuartal I 2015.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 4,7 persen pada kuartal I 2015 dibandingkan periode sama tahun 2014 di kisaran 5,2 persen. Suku bunga tinggi di level 7,5 persen dan daya beli masyarakat melemah, menurut David, telah membuat ekonomi melambat di kuartal I 2015.

“Kalau mereka beli saham IPO untuk jangka panjang maka belum tahu ke depan bagaimana. Jadi mereka hanya beli jangka pendek sehingga memilih saham-saham yang sudah tercatat di bursa,” kata David Senin (11/5/2015). ()

Share76Tweet47

Kabar Terkait

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi
Berita

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi

07/10/2026
Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif
Berita

Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif

07/10/2026
Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter
Berita

Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter

06/10/2026
Load More
EkonomiPos.Com

We bring you the best Economy News

  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2025 EkonomiPos.com.

No Result
View All Result
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir

© 2025 EkonomiPos.com.

Go to mobile version