• Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Wednesday, October 7, 2026
Ekonomi Pos
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir
No Result
View All Result
EkonomiPos.Com
No Result
View All Result

Petani Kampar Resah, Penyakit Era 80-an Kembali Serang Jeruk Kuok

15/01/2018
Share on FacebookShare on Twitter

BANGKINANG – Di tengah menggeliatnya potensi jeruk di Kuok, Kampar, para petani justru harus menghadapi serangan penyakit. Seperti terjadi di Desa Pulau Belimbing, salah satu daerah pusat jeruk. Petani mengeluhkan batang jeruk seperti berkerak.

“Batangnya rusak. Terus diikuti daun dan buahnya gugur. Pada akhirnya tanaman jeruk kemudian mati,” kata Kepala Dinas Pertanian, Hendry Dunan Nasution, Minggu (14/1).

Menurut Hendry, bahkan tanaman lain di sekitarnya juga terancam ikut terjangkit penyakit ini. Sayangnya, penyakit ini tidak dapat diobati. Dia menjelaskan, dari ciri-ciri pada tanaman yang terserang, penyakit sementara ini disebut dengan Diplodia atau Botryodiplodia Theobromae Pat.

Penyakit ini dibedakan dua jenis, basah dan kering. Hendry belum bisa memastikan jenisnya. Dikatakan dia, pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium. Sampel berupa batang, daun dan buah sudah dibawa ke laboratorium.

Ia mengemukan, penyakit bisa disebabkan beberapa faktor. Terutama kebersihan lingkungan sekitar lahan pertanian. Di samping itu, tanaman bisa saja sudah terjangkit sejak masih bibit.

“Seperti kita (manusia) terinfeksi penyakit, kan nggak langsung terlihat. Mungkin bisa beberapa tahun lagi. Jadi bisa saja salah dalam pemilihan bibit,” kata Hendry.

Itulah sebabnya, kata dia, perlu kehati-hatian memilih bibit. Bibit dari karantina sangat dianjurkan.

Lebih lanjut Hendry Dunan menjelaskan, penyakit Diplodia itu pernah menyerang dan menghacurkan sentra jeruk di Kabupaten Kampar pada tahun 1980-an. Kejadian ini mengulang runtuhnya kejayaan Jeruk Kuok.

“Inilah penyakit Diplodia yang menghancurkan jeruk Kuok pada tahun 80-an itu,” kata Hendry.

Diplodia memang penyakit utama pada tanaman jeruk. Penyakit yang menyerang hampir semua bagian tanaman ini bisa menular ke tanaman jeruk lain.

Hendry mengatakan, upaya penanganan untuk membasmi penyakit ini hanya dengan eradikasi. Merujuk kamus istilah pertanian yang diakses secara daring, eradikasi adalah pemusnahan total tanaman yang terserang penyakit ataupun seluruh tumbuhan inang untuk membasmi suatu penyakit. (*)

Tags: kampar
Share76Tweet48

Kabar Terkait

Pembangunan Jembatan Embung Sungai Sungsang di Kampar Dilaksanakan Tahun Ini
Internasional

Pembangunan Jembatan Embung Sungai Sungsang di Kampar Dilaksanakan Tahun Ini

16/01/2024
Pj Bupati Kampar dan BWSS III Sumatera Tinjau Kondisi Jembatan dan Abrasi Sungai di Desa Gobah
Internasional

Pj Bupati Kampar dan BWSS III Sumatera Tinjau Kondisi Jembatan dan Abrasi Sungai di Desa Gobah

16/01/2024
Kumpulkan Para Camat, Kapolres Kampar Ajak Dinginkan Suasana Jelang Pemilu 2024
Internasional

Kumpulkan Para Camat, Kapolres Kampar Ajak Dinginkan Suasana Jelang Pemilu 2024

11/01/2024
Load More
EkonomiPos.Com

We bring you the best Economy News

  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2025 EkonomiPos.com.

No Result
View All Result
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir

© 2025 EkonomiPos.com.

Go to mobile version