• Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Wednesday, October 7, 2026
Ekonomi Pos
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir
No Result
View All Result
EkonomiPos.Com
No Result
View All Result

China Latihan Militer Besar-besaran di Sekitar Taiwan, AS Desak Perdamaian

02/04/2025
Share on FacebookShare on Twitter

Latihan militer besar-besaran yang digelar tentara China pada 1 April 2025, membuat Amerika Serikat (AS) medesak agar segera dilakukan perdamaian, sekaligus menolak segala bentuk upaya sepihak untuk membahas status quo di Selat Taiwan.

Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyampaikan bahwa Presiden AS Donald Trump tidak menginginkan tindakan sepihak sebagai respons atas ketegangan antara China dan Taiwan.

“Presiden Donald Trump menekankan pentingnya menjaga perdamaian di Selat Taiwa. AS menentang segala bentuk upaya sepihak, terutama yang menggunakan kekerasan atau paksaan, untuk mengubah status quo,” ujar Leavitt dalam pengarahan pers, seperti dilaporkan AFP, dilansir Rabu, 2 April 2025.

Taiwan yang selama ini berberag di bawah pemerintahan sendiri, menjadi semakin memanas dalam hubungan antara Beijing dengan Washington. AS yang merupakan sekitu lama dan menjadi pemasok utama sejata bagi Taiwan, untuk mempertahankan pulau tersebut.

Pernyataan Gedung Putih ini disampaikan setelah militer China menggelar latihan tempur besar-besaran yang melibatkan pasukan darat, laut, dan udara di sekitar wilayah Taiwan. Latihan ini disebut sebagai peringatan keras terhadap pihak-pihak yang mendukung kemerdekaan Taiwan.

“Latihan ini fokus pada patroli kesiapan tempur laut dan udara, perebutan keunggulan tempur komprehensif, serangan terhadap target maritim dan darat, serta blokade terhadap jalur-jalur utama,” ujar Juru Bicara Komando Teater Timur China, Kolonel Senior Shi Yi.

China bersikeras bahwa Taiwan merupakan bagian dari wilayahnya dan mengklaim latihan tersebut sah serta perlu dilakukan demi menjaga kedaulatan dan integritas nasional. Latihan ini menjadi yang terbesar digelar China sejak awal tahun 2025.

Kementerian Pertahanan Taiwan turut mengonfirmasi aktivitas militer China, termasuk pengerahan kapal induk Shandong dan 19 kapal perang lain di sekitar perairan mereka. Situasi ini kembali memanaskan ketegangan di kawasan Asia Timur, dengan potensi konflik yang melibatkan dua kekuatan besar dunia.***

Share76Tweet47

Kabar Terkait

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi
Berita

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi

07/10/2026
Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif
Berita

Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif

07/10/2026
Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter
Berita

Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter

06/10/2026
Load More
EkonomiPos.Com

We bring you the best Economy News

  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2025 EkonomiPos.com.

No Result
View All Result
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir

© 2025 EkonomiPos.com.

Go to mobile version