• Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Wednesday, October 7, 2026
Ekonomi Pos
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir
No Result
View All Result
EkonomiPos.Com
No Result
View All Result

Makanan yang Dianjurkan untuk Anak Saat Diare, Orang Tua Diminta Tidak Panik

07/01/2026
ilustrasi: pixabay

ilustrasi: pixabay

Share on FacebookShare on Twitter

Diare masih menjadi salah satu gangguan kesehatan yang paling sering dialami anak-anak, terutama balita. Kondisi ini kerap membuat orang tua khawatir, terutama terkait asupan makanan yang aman dan tepat selama anak sakit.

Tenaga kesehatan mengingatkan bahwa anak yang mengalami diare tidak dianjurkan untuk dipuasakan. Justru, anak tetap perlu mendapatkan makanan agar tubuh memiliki energi untuk melawan infeksi dan mempercepat pemulihan.

Makanan yang diberikan sebaiknya bertekstur lembut, mudah dicerna, dan rendah lemak. Salah satu pilihan utama adalah bubur nasi atau nasi tim. Jenis makanan ini tidak memberatkan kerja saluran pencernaan dan membantu menstabilkan kondisi usus.

Selain itu, pisang matang juga dianjurkan untuk dikonsumsi anak yang sedang diare. Buah ini mengandung kalium yang berperan penting dalam mengganti elektrolit yang hilang akibat sering buang air besar. Teksturnya yang lunak juga relatif aman untuk pencernaan anak.

Sup bening, seperti kaldu ayam atau sayuran tanpa santan dan minyak berlebih, turut disarankan. Sup membantu memenuhi kebutuhan cairan sekaligus memberikan nutrisi dasar bagi tubuh anak. Wortel rebus dan kentang rebus juga bisa menjadi pilihan karena kaya serat larut dan mudah dicerna.

Di sisi lain, orang tua diminta menghindari pemberian makanan berlemak, gorengan, makanan pedas, serta minuman manis dan bersoda. Jenis makanan dan minuman tersebut berpotensi memperparah diare dan memperlambat proses penyembuhan.

Selain makanan, pencegahan dehidrasi menjadi perhatian utama. Anak dianjurkan minum air putih secara bertahap dan rutin. Oralit juga perlu diberikan sesuai aturan, terutama jika frekuensi diare cukup sering. Untuk bayi, pemberian ASI tetap harus dilanjutkan.

Tenaga medis mengimbau orang tua segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila diare berlangsung lebih dari tiga hari, disertai demam tinggi, muntah terus-menerus, feses berdarah, atau muncul tanda-tanda dehidrasi seperti lemas dan jarang buang air kecil.

Penanganan yang tepat sejak awal diharapkan dapat mencegah komplikasi serius akibat diare serta membantu anak pulih lebih cepat dan kembali beraktivitas normal.

Share76Tweet47

Kabar Terkait

Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif
Berita

Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif

07/10/2026
Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter
Berita

Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter

06/10/2026
Jasa Raharja Riau dan Tim Pembina Samsat Lakukan Rapat Koordinasi Perizinan Angkutan Umum
Berita

Jasa Raharja Riau dan Tim Pembina Samsat Lakukan Rapat Koordinasi Perizinan Angkutan Umum

06/10/2026
Load More
EkonomiPos.Com

We bring you the best Economy News

  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2025 EkonomiPos.com.

No Result
View All Result
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir

© 2025 EkonomiPos.com.

Go to mobile version