• Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Wednesday, October 7, 2026
Ekonomi Pos
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir
No Result
View All Result
EkonomiPos.Com
No Result
View All Result

Naik 8,2 Persen, Utang Luar Negeri RI Tembus US$ 431,5 Miliar per April 2025

16/06/2025
Share on FacebookShare on Twitter

Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia per April 2025 mencapai US$ 431,5 miliar. Angka ini tumbuh 8,2 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 6,4 persen (yoy).

Dalam siaran pers yang dirilis Senin, 16 Juni 2025, BI menyebut pelemahan dolar AS terhadap mayoritas mata uang global turut memengaruhi kenaikan posisi ULN nasional.

Secara rinci, utang luar negeri pemerintah tercatat sebesar US$ 208,8 miliar atau tumbuh 10,4 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 7,6 persen (yoy) pada Maret 2025.

Kenaikan ini didorong oleh penarikan pinjaman serta meningkatnya aliran modal asing ke instrumen Surat Berharga Negara (SBN) domestik, mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.

Sementara itu, posisi ULN swasta tercatat sebesar US$ 194,8 miliar, mengalami kontraksi 0,6 persen (yoy). Meski masih minus, kontraksi ini lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 1,0 persen (yoy).

Penurunan terutama dipengaruhi oleh peningkatan ULN lembaga keuangan, yang tumbuh 2,9 persen (yoy) setelah sempat terkontraksi 2,2 persen pada Maret.

Dari sisi sektor ekonomi, ULN swasta didominasi oleh sektor industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta sektor pertambangan dan penggalian. Keempat sektor ini menyumbang sekitar 80 persen dari total ULN swasta.

Struktur ULN Indonesia masih terjaga, dengan 76,9 persen ULN swasta dan 85,1 persen total ULN merupakan utang jangka panjang. Rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pun mengalami penurunan menjadi 30,3 persen pada April 2025, dari sebelumnya 30,6 persen pada Maret.

Bank Indonesia menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dalam menjaga agar struktur utang luar negeri tetap sehat dan mendukung ketahanan sektor eksternal Indonesia.***

Share76Tweet47

Kabar Terkait

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi
Berita

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi

07/10/2026
Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif
Berita

Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif

07/10/2026
Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter
Berita

Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter

06/10/2026
Load More
EkonomiPos.Com

We bring you the best Economy News

  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2025 EkonomiPos.com.

No Result
View All Result
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir

© 2025 EkonomiPos.com.

Go to mobile version