• Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Wednesday, October 7, 2026
Ekonomi Pos
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir
No Result
View All Result
EkonomiPos.Com
No Result
View All Result

Indocement Batasi Produksi Semen Akibat Permintaan Domestik Turun

03/08/2015
Share on FacebookShare on Twitter

pt indocementEkonomipos.com, Jakarta – Manajemen PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) menyatakan telah menghentikan operasi tiga pabrik di Citeurep, yakni P1, P2 dsn P6. Langkah tersebut sebagai bentuk efisiensi sejalan dengan permintaan domestik melemah.

Direktur Utama PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, Christian Kartawijaya mengatakan perseroan akan mengalihkan produksi semen ke pabrik-pabrik yang lebih efektif.

“Kami kurangi produksi dari pabrik yang tua, sedikit, itu kecil. Kalau volume kecil mahal. Kita produksi pabrik yang besar, supaya per ton nya harganya saving karena pabrik baru bisa 15-20 persen,” kata dia di Jakarta, Senin (3/8/2015).

Dia mengatakan penyetopan tiga pabrik tersebut hanya bersifat sementara menunggu permintaan semen kembali membaik. Christian menuturkan, tiga pabrik yang diberhentikan memiliki kapasitas produksi 1,5 juta ton semen. Dengan penutupan pabrik itu, dia bilang tak terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) karena dialihkan ke pabrik lain yang lebih produktif.

“Pegawainya ke P14 butuh pegawai. P14 sebesar 4 juta ton. P1, P2 cuma 1 juta ton. P1, P2 dan P6 cuma 1,5 juta ton. Semua tidak ada pengurangan pegawai,” tambahnya.

Sebagai informasi, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk mencatatkan penjualan domestik sebesar 8,2 juta ton pada semester I 2015. Angka penjualan itu lebih rendah 8,1 persen dari penjualan tahun lalu 9 juta ton.

Penjualan semen turun karena permintaan nasional melemah sebanyak 4 persen, sehingga pangsa perseroan menurun dari 30,5 persen semester I 2015 menjadi 29,1 persen di semester I 2015.

Melihat kondisi itu, perseroan tengah mencari pangsa ekspor untuk semen. Apalagi ekspor PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk masih sekitar 73,2 ribu ton pada enam bulan tahun ini. Christian menuturkan, tengah mengkaji masuk pasar Australia. Lantaran berdasarkan informasi yang diterima Negeri Kanguru tersebut terus membutuhkan pasokan semen.

“Mereka memang perlu dari dulu tapi semen-semen datang dari berbagai negara. Sekarang tidak bisa karena untuk domestik. Karena domestik rendah mau tidak mau cari pasar ekspor. Kebutuhannya gede, jadi sekarang lagi studi, pasar Australia itu  khusus karena tidak semua masuk kualitas,” kata Christian. (Liputan6)

 

Share76Tweet48

Kabar Terkait

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi
Berita

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi

07/10/2026
Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif
Berita

Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif

07/10/2026
Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter
Berita

Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter

06/10/2026
Load More
EkonomiPos.Com

We bring you the best Economy News

  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2025 EkonomiPos.com.

No Result
View All Result
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir

© 2025 EkonomiPos.com.

Go to mobile version