• Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Wednesday, October 7, 2026
Ekonomi Pos
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir
No Result
View All Result
EkonomiPos.Com
No Result
View All Result

Bahaya Tidur Menggunakan Kipas Semalaman

18/12/2015
Share on FacebookShare on Twitter

bahaya menggunakan kipas angin saat tidurEkonomipos.com – Memang kipas angin bisa menghilangkan rasa gerah dan panas dengan cepat. Tak jarang orang menyalakan kipas angin saat tidur. Bahkan mereka akan sulit tidur ketika tak ada kipas angin. Namun itu merupakan kebiasaan yang salah dan berbahaya untuk kesehatan.

Dokter Budi Laksono mengungkapkan jika kenyamanan kulit manusia itu berbeda-beda dan tergantung pada daerah tempat tinggalnya. Orang Indonesia cenderung nyaman pada suhu sekitar 27-30 derajat celcius, sedangkan orang barat cenderung nyaman pada kisaran suhu 18 derajat celcius.

Permasalahannya pada situasi tertentu, terutama di perkotaan, suhu cuaca saat malam bisa sekitar 32-33 derajat celcius sehingga jauh dari suhu nyaman tubuh manusia umumnya. Hal itulah yang kemudian membuat banyak orang mencari cara agar bisa mendapatkan suhu yang nyaman, seperti menggunakan AC atau kipas angin.

Tapi jika kipas angin secara kontinu diarahkan pada tubuh ternyata tak baik. Menurut dokter lulusan Queensland University Australia ini, kondisi orang saat tidur itu mempunyai refleks yang berbeda ketimbang saat sadar.

“Saat seseorang tidur dengan menyalakan kipas angin, mereka tak akan sadar dan terbangun ketika sudah merasa kedinginan,” kata dokter Budi.

Dampak dari menghidupkan kipas angin semalaman, udara yang ada di kamar akan terasa sangat dingin, sehingga udara yang masuk ke paru-paru juga akan dingin. Hal itu kemudian bisa menyebabkan batuk, pilek, bahkan tenggorokan kering yang meningkatkan risiko terkena nyeri tenggorokan. Maka tak heran jika saat orang terbangun dari tidur, mereka bisa merasa dehidrasi dan membutuhkan minum.

Selain itu, ketika angin yang dihasilkan kipas angin langsung mengenai tubuh, maka aliran udara yang cukup keras akan mengenai hidung. Ketika itu terjadi, otomatis saluran pernapasan atas, yakni hidung dan tenggorokan akan kering yang akan meningkatkan risiko terkena infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Menurut dokter Budi, jika ingin menggunakan kipas angin harus membatasi waktu penggunaan. Selain itu, cara lain juga bisa dilakukan dengan membuat angin yang dihasilkan kipas angin tak langsung mengenai tubuh.

(Brilio)

 

 

Share76Tweet48

Kabar Terkait

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi
Berita

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi

07/10/2026
Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif
Berita

Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif

07/10/2026
Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter
Berita

Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter

06/10/2026
Load More
EkonomiPos.Com

We bring you the best Economy News

  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2025 EkonomiPos.com.

No Result
View All Result
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir

© 2025 EkonomiPos.com.

Go to mobile version