• Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Wednesday, October 7, 2026
Ekonomi Pos
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir
No Result
View All Result
EkonomiPos.Com
No Result
View All Result

2014, Masa Paling Kelam Buat Maskapai Penerbangan Malaysia

28/12/2014
Share on FacebookShare on Twitter

masEkonomiPos.com – Di penghujung tahun 2014, hilangnya pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan QZ8501 dengan rute Surabaya-Singapura, yang berangkat dari Bandara Djuanda Surabaya, menambah daftar panjang insiden perjalanan udara bagi industri penerbangan Malaysia.

Bila ditelisik, hilangnya pesawat AirAsia tersebut kembali mengingatkan masyarakat dunia pada kenangan pahit pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hingga saat ini jejaknya raib tak bisa ditemukan.

Setelah itu terbakarnya pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH17 setelah ditembak di zona perang Ukraina. Artinya, dalam setahun ini terjadi 3 insiden yang menimpa maskapai milik Malaysia di berbagai negara.

Raibnya MH370 juga diawali dengan laporan Malaysia Airlines yang mengaku hilang kontak dengan pesawat tujuan Beijing, China yang berangkat dari Kuala Lumpur, Malaysia. Pesawat tersebut menerbangkan 239 orang yang terdiri dari penumpang dan kru.

Dalam keterangan resminya, pihak maskapai mengatakan, MH370 hilang pada pukul 02.40 waktu setempat. Sabtu, 8 Maret 2014 , hari di mana pesawat tersebut menghilang, menjadi waktu yang sangat pahit bagi seluruh keluarga dan kerabat penumpang.

Pencarian MH370 masih dilakukan, saat tragedi maut kembali menimpa armada Malaysia Airlines. Kali ini, pesawat dengan nomor penerbangan MH17 ambruk terbakar setelah ditembak di zona perang Ukraina.

Tak ada yang selamat dari kecelakaan tersebut. Seluruh penumpang tewas di tempat dengan wajah yang sudah sulit dikenali.

Malaysia Airlines adalah maskapai nasional Malaysia dan salah satu yang terbesar di Asia. Tiap harinya mengangkut hampir 37 ribu penumpang ke 80 destinasi di seluruh dunia.

Namun usai kedua tragedi maut yang menimpa dua armadanya, bisnis Malaysia Airlines semakin goyah dan terguncang. Bahkan demi mempertahankan bisnisnya, Malaysia Airlines telah memberhentikan 6.000 pegawai atau 30 persen dari total tenaga kerjanya yang mencapai 20 ribu orang.

Kesulitan finansial memang telah menjerat bisnis MAS. Kala itu, MAS tengah menanggung utang jangka panjang senilai 10,36 miliar ringgit atau setara Rp 35,99 triliun.

Sementara AirAsia menjadi salah satu maskapai milik Malaysia yang dikenal cukup mumpuni di dunia. Pasalnya, maskapai ini berani membelah angkasa beberapa negara seperti Indonesia, Thailand, India dan lainnya.(liputan6)

Share76Tweet48

Kabar Terkait

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi
Berita

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi

07/10/2026
Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif
Berita

Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif

07/10/2026
Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter
Berita

Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter

06/10/2026
Load More
EkonomiPos.Com

We bring you the best Economy News

  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2025 EkonomiPos.com.

No Result
View All Result
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir

© 2025 EkonomiPos.com.

Go to mobile version