• Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Wednesday, October 7, 2026
Ekonomi Pos
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir
No Result
View All Result
EkonomiPos.Com
No Result
View All Result

Dinkes DKI : Pelepasan Nyamuk Ber-Wolbachia Tak Gantikan Peran PSN

19/05/2024
Share on FacebookShare on Twitter

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menegaskan bahwa pelepasan nyamuk Aedes aegypti ber-wolbachia tidak akan menggantikan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dalam mengendalikan demam berdarah dengue (DBD).

“Jadi, kegiatan juru pemantau jentik (jumantik) yang turun melakukan PSN 3M Plus itu akan tetap menjadi program utama dalam pengendalian DBD. Sedangkan teknologi nyamuk mengandung wolbachia merupakan salah satu pelengkap,” kata Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Tidak Menular Dinkes DKI Jakarta, Arif Syaiful Haq, dalam seminar daring yang digelar Dinkes DKI, Kamis.

Kementerian Kesehatan sedang menyusun strategi nasional penanggulangan DBD, termasuk memasukkan teknologi nyamuk ber-wolbachia sebagai bagian dari inovasi program pengendalian dengue tanpa melupakan PSN 3M Plus sebagai strategi utama.

“Masyarakat jangan salah kaprah, bila teknologi nyamuk ber-wolbachia sudah banyak maka tidak perlu melakukan PSN 3M Plus,” tegas Arif.

Jakarta Barat menjadi salah satu wilayah penyebaran nyamuk ber-wolbachia, dengan tahap awal sosialisasi dan pendataan warga yang akan memantau titik pelepasan telur nyamuk. Sosialisasi ini penting untuk memastikan kesiapan masyarakat dan mengurangi konflik akibat informasi keliru.

Program penyebaran nyamuk ber-wolbachia direncanakan dilaksanakan di seluruh wilayah Jakarta Barat, dengan titik pelepasan pertama di Kelurahan Kembangan Utara, Kecamatan Kembangan.

Wolbachia adalah bakteri alami pada 60 persen serangga seperti lalat buah dan lebah. Meskipun tidak ditemukan pada nyamuk Aedes aegypti, bakteri ini bisa ditransfer ke dalam tubuh nyamuk dan terbukti mengurangi penularan virus seperti demam berdarah.

Menurut Kementerian Kesehatan, wolbachia dalam tubuh nyamuk Aedes aegypti menurunkan replikasi virus dengue sehingga mengurangi kemampuan nyamuk sebagai penular DBD. Di Yogyakarta, penyebaran nyamuk ber-wolbachia sejak 2017 menurunkan 77 persen angka kejadian dengue dan 86 persen kasus rawat inap.

Share76Tweet47

Kabar Terkait

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi
Berita

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi

07/10/2026
Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif
Berita

Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif

07/10/2026
Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter
Berita

Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter

06/10/2026
Load More
EkonomiPos.Com

We bring you the best Economy News

  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2025 EkonomiPos.com.

No Result
View All Result
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir

© 2025 EkonomiPos.com.

Go to mobile version