• Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Saturday, October 10, 2026
Ekonomi Pos
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir
No Result
View All Result
EkonomiPos.Com
No Result
View All Result

Presiden Terima Data Dwelling Time Berbeda Dari Menhub Dan Dirut Pelindo II

13/09/2016
Share on FacebookShare on Twitter

EKONOMIPOS.COM (EPC),JAKARTA –Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Dirut Pelindo II Elvyn G Masassya memberikan data yang berbeda kepada Presiden Joko Widodo soal waktu bongkar muat (dwelling time) di Pelabuhan Tanjung Priok.

Presiden menerima laporan dari Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Elvyn G. Masassya bahwa dwelling time telah mencapai 3,2 hari. Namun, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melaporkan kepada Presiden bahwa dwelling time Tanjung Priok masih memakan waktu hingga 3,7 hari.

“Hari ini, Dirut Pelindo bilang dwelling time 3,2 hari, Pak menhub bilang 3,7 hari. Ya antara itu. Saya mintanya dua komaan. Jangan berhenti di 3,2 hari lalu sudah senang,” katanya saat meresmikan operasional Terminal Petikemaa Kalibaru Fase 1, Selasa (13/9/2016).

Presiden menginginkan waktu bongkar muat (dwelling time) di Pelabuhan Tanjung Priok dapat segera mendekati waktu 2,2-2,5 hari setelah Terminal Petikemas Kalibaru Fase 1 Tanjung Priok resmi beroperasi.

Sebelumnya, Kepala Negara telah menerima laporan dari Menteri Perhubungan bahwa waktu dwelling time perlahan-lahan telah membaik dibandingkan dengan sidaknya pada dua tahun lalu, yang mencapai waktu 6-7 hari.

Presiden menginginkan Terminal Petikemas Kalibaru Fase 2 dan 3 dan dua terminal produk dapat selesai pada 2019.

Dia mengatakan percepatan pembangunan harus segera dilakukan karena Indonesia masih kekurangan kapasitas terminal, guna meningkatkan daya saing.

Terminal Petikemas Kalibaru telah dioperasikan secara komersial pada tanggal 18 Agustus 2016 dengan skema Joint Venture (JV) Company antara lPC TPK dan Konsorsium Mitsui -PSA NYK Line, yaitu PT New Priok Container Terminal One (NPCT1).

Dengan adanya Terminal Petikemas Kalibaru maka kapasitas terminal petikemas di Tanjung Priok bertambah 1,5 juta TEUs/ tahun. Rencananya, setiap fase terminal nantinya akan berkapasitas sama.

Terminal Kalibaru dibangun dalam rangka membangun kapasitas secara bertahap untuk mengantisipasi pertumbuhan arus petikemas dan kargo Pelabuhan Tanjung Priok.

Kapasitas penanganan petikemas Pelabuhan Tanjung Priok yang semula berkisar 5 juta TEUs tahun pada tahun 2009-2010, ditanggulangi dalam jangka pendek dengan melakukan konfigurasi terminal, penambahan peralatan dan penataan pola operasi kini menjadi 7 juta TEUs/tahun.

 

(Bisnis)

Share76Tweet47

Kabar Terkait

Direktur Keuangan Jasa Raharja Kunjungi Gubernur Riau, Bahas Peningkatan Penerimaan dan Perlindungan Korban Kecelakaan Lalu Lintas
Berita

Direktur Keuangan Jasa Raharja Kunjungi Gubernur Riau, Bahas Peningkatan Penerimaan dan Perlindungan Korban Kecelakaan Lalu Lintas

09/10/2026
Melalui Retrospeksi Korban Laka Lantas, Jasa Raharja dan Korlantas Polri Ajak Masyarakat Jadikan Keselamatan sebagai Prioritas
Berita

Melalui Retrospeksi Korban Laka Lantas, Jasa Raharja dan Korlantas Polri Ajak Masyarakat Jadikan Keselamatan sebagai Prioritas

09/10/2026
Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi
Berita

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi

07/10/2026
Load More
EkonomiPos.Com

We bring you the best Economy News

  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2025 EkonomiPos.com.

No Result
View All Result
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir

© 2025 EkonomiPos.com.

Go to mobile version