• Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Saturday, October 10, 2026
Ekonomi Pos
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir
No Result
View All Result
EkonomiPos.Com
No Result
View All Result

Luhut Klaim Biaya Investasi Blok Masela Bisa Ditekan Jadi US$7 Miliar

15/09/2016
Indonesia's Chief Security Minister Luhut Pandjaitan speaks during a morning briefing with journalists at his office in Jakarta, Indonesia July 20, 2016. REUTERS/Darren Whiteside

Indonesia's Chief Security Minister Luhut Pandjaitan speaks during a morning briefing with journalists at his office in Jakarta, Indonesia July 20, 2016. REUTERS/Darren Whiteside

Share on FacebookShare on Twitter

EKONOMIPOS.COM (EPC),JAKARTA – Pelaksana Tugas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim investasi pengembangan Blok Masela bisa ditekan menjadi US$7 miliar dari US$22 miliar.

Menurutnya, masih terdapat biaya yang bisa dieliminasi seperti penggunaan komponen lokal. Adapun, investasi sebesar US$7 miliar didapat melalui pemisahan kegiatan di hulu.

“Kami lihat Masela itu cost-nya bisa kurang lagi sekitar US$7 miliar karena kami bagi sekarang ini,” ujarnya saat memberi sambutan dalam acara Zona Integritas Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman di Jakarta, Kamis (15/9/2016).

Luhut menuturkan, Inpex Masela Limited sebagai operator Blok Masela fokus pada kegiatan produksi gas. Sementara, pembangunan kilang darat gas alam cair (onshore liquefied natural gas/OLNG) beserta pemanfaatan gas seoerti pembangunan pabrik pupuk dan petrokimia dilakukan oleh Indonesia Incorporated–perusahaan Indonesia yang melakukan kegiatan di tingkat menengah dan hilir.

“Orang itu (Inpex) tinggal ngebor aja, yang processing itu biar Indonesia Incorporated. Kami sudah punya pabrik pupuk, petrochemical, semua kami lakukan,” katanya.

Usulan tersebut, katanya, baru akan dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo. Dengan demikian, katanya, diharapkan gas yang dihasilkan bisa dioptimumkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dengan harga yang lebih terjangkau.

“Makanya saya akan lapor Presiden,” katanya.

Berdasarkan catatan Bisnis, pengubahan skema pengembangan berpengaruh terhadap penambahan belanja modal (capital expenditure/capex) perusahaan yang lebih besar dan masa pengerjaan proyek yang mundur.

Diperkirakan, lapangan baru memproduksi gas pertamanya pada 2026 atau dua tahun sebelum masa kontraknya berakhir pada 2028.

Penyusunan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan (terms and conditions) yang baru dengan mempertimbangkan beberapa hal seperti masa kontrak yang diperpanjang lebih dari 20 tahun, rasio pengembalian investasi atau internal rate of return (IRR) yang sama dengan skema pengembangan FLNG, pemberian insentif fiskal berupa investment credit, tax holiday juga penambahan kapasitas kilang dilakukan untuk menjaga skala ekonomi proyek.

Seperti diketahui, pengajuan revisi PoD 1 telah dilakukan Inpex Corporation dan Shell Indonesia sejak September 2015. Inpex sendiri telah mengajukan PoD dengan cadangan terbukti sebesar 6,05 triliun kaki kubik (tcf) dan kapasitas FLNG 2,5 juta ton per tahun selama 30 tahun. Sedangkan, produksi gas hanya 400 MMscfd, dan kondensat 8.100 barel per hari (bph).

Namun, Inpex merevisi proposal karena terdapat kemungkinan cadangan yang lebih besar yaitu sebesar 10,73 tcf. Hal itu menyebabkan kapasitas FLNG meningkat menjadi 7,5 juta ton per tahun dengan IRR 15% dan membutuhkan investasi sebesar US$14,8 miliar.

Produksi gas juga naik menjadi 1.200 MMscfd dan kondensat 24.460 bph. Proposal tersebut ditolak dan ditetapkan agar dilakukan pembangunan kilang darat.

Terkait investasi, pada setiap tahapan kajian akan memberikan gambaran yang semakin akurat berapa investasi yang dibutuhkan pada blok tersebut.

Pada tahapan setelah pengajuan PoD, nilai investasi akan semakin dekat dengan kondisi terkini mulai dari pre-Front End Engineering Design (FEED), FEED hingga penyampaian keputusan akhir investasi (final investment decision/FID) yang mencerminkan harga jasa penunjang migas yang akan diteken kontraknya. Oleh karena itu, investasi berpotensi turun melalui kajian yang dilakukan.

 

(Bisnis)

Share76Tweet47

Kabar Terkait

Direktur Keuangan Jasa Raharja Kunjungi Gubernur Riau, Bahas Peningkatan Penerimaan dan Perlindungan Korban Kecelakaan Lalu Lintas
Berita

Direktur Keuangan Jasa Raharja Kunjungi Gubernur Riau, Bahas Peningkatan Penerimaan dan Perlindungan Korban Kecelakaan Lalu Lintas

09/10/2026
Melalui Retrospeksi Korban Laka Lantas, Jasa Raharja dan Korlantas Polri Ajak Masyarakat Jadikan Keselamatan sebagai Prioritas
Berita

Melalui Retrospeksi Korban Laka Lantas, Jasa Raharja dan Korlantas Polri Ajak Masyarakat Jadikan Keselamatan sebagai Prioritas

09/10/2026
Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi
Berita

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi

07/10/2026
Load More
EkonomiPos.Com

We bring you the best Economy News

  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2025 EkonomiPos.com.

No Result
View All Result
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir

© 2025 EkonomiPos.com.

Go to mobile version