• Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Thursday, October 8, 2026
Ekonomi Pos
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir
No Result
View All Result
EkonomiPos.Com
No Result
View All Result

GMF Siap Dongkrak Pendapatan Garuda

19/10/2016
Share on FacebookShare on Twitter

EKONOMIPOS.COM (EPC),JAKARTA – Pusat Logistik Berikat bidang aviasi, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia, siap menunjang pendapatan PT Garuda Indonesia hingga Rp1 miliar dalam lima tahun.

Direktur Utama Garuda Indonesia M. Arif Wibowo berharap pendapatan dari GMF Aero Asia pasca pembentukkan pusat logistik berikat (PLB) tahap II ini bisa menembus Rp1 miliar dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Saat ini pendapatan GMF baru sekitar Rp300-Rp400 juta.

“Beberapa strateginya bisa melalui joint venture. Selain ouw own capabililty, kita juga bekerjasama dengan beberapa manufaktur,” jelas Arif Wibowo di JIExpo Kemayoran, Rabu (19/10).

Dia menyebutkan beberapa keuntungan PLB dari GMF adalah menawarkan pelayanan kebutuhan produksi dan membuka kesempatan yang besar untuk area trading logistik dalam industri aviasi.

Dengan PLB, akan ada efisiensi waktu dan efisiensi harga. Keuntungan lain adalah fleksibilitas untuk pemasok dan importir komponen material.

Fleksibilitas ini adalah kemudahan kegiatan penimbunan barang menjadi lebih sederhana di dalam industri PLB serta para pelaku industri aviasi disini akan mendapatkan penangguhan bea masuk dan pajak apabila transaksi dilakukan di dalam Pusat Logistik Berikat.

Juliandra Nurtjahjo, Direktur Utama GMF AeroAsia mengatakan PLB seluas 10.000 meter persegi selain untuk menjadi PLB material navigasi juga untuk arena perawatan mesin pesawat.

”Sekarang dengan kontrak dan fasilitas PLB ini kami GMF bisa menambah tambahan revenue ke Garuda sekitar US$25 juta per tahun ini baru dari sparepart saja, belum dari pemasukkan untuk jasa perawatan,” terang Juliandra.

Dia menyatakan biaya logistik di Indonesia antara 15%-40% dari biaya produksi ini menyumbangkan inefisiensi. Oleh sebab itu, Juliandra optimistis PLB dari GMF AeroAsia ini bisa mereduksi tingginya biaya logistik yang tinggi tersebut.

 

(BISNIS)

Share76Tweet47

Kabar Terkait

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi
Berita

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi

07/10/2026
Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif
Berita

Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif

07/10/2026
Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter
Berita

Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter

06/10/2026
Load More
EkonomiPos.Com

We bring you the best Economy News

  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2025 EkonomiPos.com.

No Result
View All Result
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir

© 2025 EkonomiPos.com.

Go to mobile version