• Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Thursday, October 8, 2026
Ekonomi Pos
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir
No Result
View All Result
EkonomiPos.Com
No Result
View All Result

Terkendala Lahan, Pemerintah Perpanjang Kontrak Normalisasi Ciliwung

21/10/2016
Share on FacebookShare on Twitter

EKONOMIPOS.COM (EPC)JAKARTA— Proyek Normalisasi Ciliwung senilai Rp1,8 triliun dipastikan mundur dari target penyelesaiannya pada akhir tahun ini akibat masalah pengadaan lahan.

Kepala Balai Besar Sungai Wilayah Ciliwung Cisadane T. Iskandar mengatakan pihaknya akan segera mengajukan perpanjangan kontrak tahun jamak (multiyears) untuk proyek tersebut selama satu hingga dua tahun anggaran mendatang.

“Progresnya rata-rata 63% sepanjang 19 kilometer sejak manggarai hingga Tol TB Simatupang. Akhir tahun ini tidak bisa selesai karena yang terbangun baru 8 sampai 9 kilometer,” ujarnya, Jumat (21/10) malam.

Dia memaparkan, pengadaan lahan proyek yang menggunakan APBN Kementerian PUPR sejak 2013 ini menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sementara, pembangunan prasarana infrastruktur menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, dengan PT Adhi Karya selaku kontraktor pelaksana.

Lebih lanjut dia mengatakan sejauh ini dia mengatakan pemda telah membebaskan 460 bidang tanah sepanjang dua kilometer yang terletak di Bukit Duri. Menurutnya, Pemda DKI Jakarta mengklaim tidak menemukan dokumen atas ratusan bidang tanah tersebut, sehingga konstruksi tetap bisa dilanjutkan. Sebagian warga yang huniannya tergusur akibat proyek ini juga telah direlokasi ke Rusunawa Rawabebek.

Seperti diketahui, proyek normalisasi ini bertujuan mengembalikan lebar Kali Ciliwung dari semula 10-20 meter menjadi 35 hingga 50 meter. Hal tersebut guna meningkatkan kapasitas tampung alir dari 200 meter kubik per detik menjadi 570 meter kubik per detik.

Nantinya, proyek ini digadang-gadang dapat melindungi sembilan kawasan di Jakarta dari ancaman banjir. Adapun kawasan yang dimaksud antara lain Bukit Duri, Kebon Baru, Bidara Cina, Kampung Melayu, Penggadegan, Gang Arus , Rawajati, Kalibata, serta Kramatjati.

 

(Bisnis)

Share76Tweet47

Kabar Terkait

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi
Berita

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi

07/10/2026
Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif
Berita

Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif

07/10/2026
Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter
Berita

Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter

06/10/2026
Load More
EkonomiPos.Com

We bring you the best Economy News

  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2025 EkonomiPos.com.

No Result
View All Result
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir

© 2025 EkonomiPos.com.

Go to mobile version