• Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Wednesday, October 7, 2026
Ekonomi Pos
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir
No Result
View All Result
EkonomiPos.Com
No Result
View All Result

Ekspor Ikan Tuna Bali Meningkat. Hingga September Capai US$ 64,24 Juta

29/11/2016
Share on FacebookShare on Twitter

EKONOMIPOS.COM (EPC),DENPASAR – Provinsi Bali mencatatkan peningkatan ekspor ikan tuna ke sejumlah negara.

Ekspor ikan tuna dalam bentuk segar dan beku dari Bali selama sembilan bulan periode Januari-September 2016 mencapai US$64,24 juta, meningkat 20,55% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya tercatat US$53,29 juta.

“Sedangkan dari segi volume pengapalan mata dagangan tersebut menurun 4,72% dari 9.297,9 ton pada sembilan bulan pertama 2015 menjadi hanya 8.859 ton pada periode sama tahun 2016,” kata Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Made Suastika di Denpasar, Selasa (29/11/2016).

Ia mengatakan, ekspor ikan tuna dari segi volume menurun dan perolehan devisa meningkat itu menunjukkan ekspor ikan tuna hasil tangkapan nelayan dan perusahaan perikanan dihargai semakin mahal.

Ikan tuna memberikan kontribusi terbesar di antara sembilan jenis komoditas hasil perikanan dan kelautan Bali yang menembus pasaran luar negeri yakni 15,81% dari total ekspor daerah ini sebesar 406,31 juta dolar AS, meningkat 13,75% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya tercatat 357,199 juta dolar AS.

Khusus sektor perikanan dan kelautan yang terdiri atas sembilan jenis komoditas itu menghasilkan 157,85 juta dolar AS selama sembilan bulan pertama 2016, meningkat 79,88% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya tercatat 87,75 juta dolar AS.

Made Suastika menambahkan, komoditas hasil perikanan dan kelautan yang menembus pasaran luar negeri selain ikan tuna juga ikan kakap, ikan kerapu, ikan nener, ikan hias hidup dan jenis ikan lainnya.

Sementara Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho dalam kesempatan terpisah menambahkan, ikan dan udang merupakan salah satu dari lima komoditas utama ekspor Pulau Dewata, di samping produk pakaian bukan rajutan, perhiasan (permata), produk dari kayu dan perabot serta penerangan rumah.

Ikan dan udang yang dikapalkan dari Bali paling banyak menembus pasaran Amerika Serikat yang menyerap 26,88%, menyusul Jepang 18,81%, Tiongkok 16,41%, Australia 6,62% dan Singapura 1,13%.

Selain itu juga menembus pasaran Hongkong 7,64%, Belanda 0,95%, Thailand 0,18%, Jerman 1,56%, Taiwan 9,84% dan 9,99% sisanya menembus berbagai negara lainnya di belahan dunia.

 

(Bisnis)

Share76Tweet47

Kabar Terkait

Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif
Berita

Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif

07/10/2026
Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter
Berita

Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter

06/10/2026
Jasa Raharja Riau dan Tim Pembina Samsat Lakukan Rapat Koordinasi Perizinan Angkutan Umum
Berita

Jasa Raharja Riau dan Tim Pembina Samsat Lakukan Rapat Koordinasi Perizinan Angkutan Umum

06/10/2026
Load More
EkonomiPos.Com

We bring you the best Economy News

  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2025 EkonomiPos.com.

No Result
View All Result
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir

© 2025 EkonomiPos.com.

Go to mobile version