Produksi Mobil Malaysia Melorot

by

EKONOMIPOS.COM (EPC),JAKARTA – Produksi mobil di Malaysia pada periode Januari—Mei tahun ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan sejumlah negara anggota Association of Southeast Asian Nations atau Asean.

Data Asean Automotive Federation menunjukkan bahwa penurunan produksi mobil di negara tersebut mencapai 19,7%.

Pada lima bulan pertama tahun lalu, total produksi mobil di Malaysia mencapai 276.355 unit, kemudian turun menjadi 222.035 unit pada periode yang sama tahun ini. Adapun produksi mobil di negara lain, yakni Indonesia, Filipina, Thailand, dan Vietnam mengalami pertumbuhan.

Sementara data dari sumber lain, yakni Malaysian Automotive Association (MAA) mencatat, total produksi mobil di negera itu hingga Juni lalu atau selama semester I/2016 sebanyak 262.963. Capaian enam bulan itu pun masih rendah dibandingkan dengan capaian lima bulan pertama tahun lalu.

“Kita tidak tahu apa yang terjadi di industri otomotif Malaysia. Yang terpenting Indonesia terus tumbuh,” kata Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D. Sugiarto kepada Bisnis, Kamis (21/7/2016).

Secara persentase, selama periode Januari—Mei 2016 pertumbuhan produksi mobil di Vietnam menjadi yang paling tinggi yakni 42%, kemudian disusul Filipina sebesar 19%. Adapun Thai land dan Indonesia masing-ma sing tumbuh sebesar 3,8% dan 1,3%.

Dari sisi penjualan, Malaysia juga mengalami penurunan, yakni dari 264.818 unit pada periode Januari— Mei pada tahun lalu menjadi 218.101 unit pada periode yang sama tahun ini, atau mengalami kemerosotan se – besar 17,6%.

Malaysia tidak sendirian, tren penurunan penjualan juga dialami oleh tiga negara lain, yakni Brunei Darusalam yang merosot 24,2%, Thai land mengalami penurunan 2%, serta Indonesia sebesar 0,6%.

Kendati secara persentase pertumbuhan produksi mobil di Indonesia sangat kecil, tetapi secara volume terbilang sangat besar yakni sebanyak 493.927 unit, hanya tertinggal dari Thailand yang mampu memproduksi sebanyak 813.505 unit pada lima bulan pertama 2016.

Rivalitas dengan Thailand tidak bisa dijadikan pendorong atau motivasi bagi pelaku industri otomotif di Tanah Air untuk terus meningkatkan laju produksi. Pasalnya, penerapan standar emisi antara Indonesia dan negara tersebut masih berbeda.

Jongkie menambahkan, saat ini yang menjadi fokus dari pelaku industri adalah merealisasikan target pen ualan yang telah ditetapkan.

“Mengacu pada capaian semester pertama ini, kami optimistis target bisa tercapai,” ujarnya.

Total penjualan kendaraan di Indonesia pada semester I/2016 mencapai 531.929 unit, naik dari capaian semester I/2015 yang hanya 525.491.

Jika tren positif ini bertahan, tidak mustahil target penjualan sebanyak 1,05 juta unit pada tahun ini akan terealisasi. “Secara matematis pasti
ter capai.”

FAKTOR EKONOMI

General Manager Marketing Strategy PT Nissan Motor Indonesia Budi Nur Mukmin mengatakan, kunci dari keberhasilan kinerja penjualan otomotif tergantung pada kondisi ekonomi. Semakin stabil kondisi ekonomi, maka kinerja penjualan akan semakin terkerek.

“Pasar otomotif itu sangat tergantung pada kondisi ekonomi. Itu faktor kunci dan yang paling utama,” kata dia.

Secara ritel, kata Budi, capaian penjualan pada enam bulan pertama tahun ini tak jauh beda dengan wh – olesales, yakni di kisaran 500.000 unit. Angka ini harus bertahan pada semester kedua saat ini sehingga target yang dipatok bisa tercapai.

 

(BISNIS)