Ekonomi Lesu, Ekspor 8 Komoditas RI Anjlok

by

eksporEKONOMIPOS.COM, JAKARTA – Kondisi perekonomian saat ini dalam tren melambat. Hal ini mendorong perlambatan ekonomi Indonesia. Di kuartal I-2015, pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat di angka 4,7% atau lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya, yang mencapai 5,2%.

Perlambatan ekonomi mendorong 8 ekspor komoditas Indonesia anjlok, hanya ekspor makanan olahan dan kendaraan yang masih mencatatkan surplus.

“Komoditas terbesar kita nilainya hampir semua turun, kecuali makanan olahan dan kendaraan, yang lainnya negatif semua terutama batu bara,” ujar Direktur Departemen Statistik Bank Indonesia (BI) Endy Dwi Tjahjono, dalam jumpa pers di Gedung BI, Thamrin, Jakarta, Jumat (15/5/2015).

Dia menyebutkan, delapan ekspor komoditas yang tercatat paling anjlok adalah batu bara. Di kuartal I-2015, ekspor batu bara anjlok 17,6% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, yang hanya 11,8%.

Ekspor minyak nabati juga turun 12,6% di kuartal I-2015, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang masih mencatat surplus 8%. Ekspor tekstil dan produk tekstil turun 2,6% di kuartal I-2015, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang masih surplus 1%.

Ekspor alat listrik, ukur, fotografi juga masih mencatat penurunan 12,1% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya minus 5,7%.

Ekspor barang logam tidak mulia tercatat turun 3,7% di kuartal I-2015. Penurunan ini lebih rendah dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, yang mencapai13,4% Ekspor karet olahan di kuartal I-2015 tercatat anjlok hingga 30,3%, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 16%. Ekspor mesin atau pesawat mekanik merosot 12,5% di kuartal I-2015, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang masih mencatatkan surplus 10,9%.

Ekspor kayu olahan juga turun 2,2% di kuartal I-2015, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang masih surplus 17,3%.

Sementara dua komoditas lainnya yaitu makanan olahan dan kendaraan dan bagiannya tercatat masih mengalami surplus.

Ekspor makanan olahan di kuartal I-2015 naik tipis 1,5% dibanding priode yang sama tahun sebelumnya, yang surplus hingga 18,4%. Ekspor kendaraan dan bagiannya di kuartal I-2015 masih mencatatkan surplus 5,5%, lebih rendah dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang surplus 11,6%.

“Jadi hampir semua komoditas negatif kecuali makanan olahan dan kendaraan. Makanan olahan masih akan naik, permintaan masih kuat. Yang namanya makanan kebutuhan pokok masih akan baik, paling banyak ekspor produk Indofood. Kalau kendaraan, beberapa pabrikan kendaraan menjadikan Indonesia sebagai basis,” jelas dia.(detik)