Situasi Rupiah Saat Ini Mirip Krisis 2008

by

1428382489260585377 dolar dan rupiahEkonomipos.com, Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual menilai, pemerintah sudah tidak dapat melakukan apapun menghadapi kekuatan dolar Amerika Serikat. Kekuatan dolar membuat rupiah terpuruk ke level Rp14.000. Dan, pelemahan mata uang terjadi secara global.

“Tidak ada yang bisa dilakukan pemerintah secara drastis yang  bisa diperbuat pemerintah terhadap menguatnya dolar. Semua melemah terhadap dolar Amerika Serikat,” ujarnya kepada VIVA.co.id, Senin, 24 Agustus 2015.

Menurutnya, fenomena saat ini mirip pada krisis pada tahun 2008 silam, pada saat mata uang Paman Sam menjadi super dolar. “Malaysia juga kan, ringgit sekarang kan juga turun dua persen,” tuturnya.

David menyayangkan seharusnya pemerintah telah mengantisipasi dengan melakukan reformasi struktural sejak lama. Jika hal itu dilakukan jauh-jauh hari tentu dapat membantu pelemahan kondisi perekonomian saat ini.

“Yang dilakukan sebenarnya dua atau tiga tahun lalu ya, reformasi struktural harusnya dijalankan. Tapi sayangnya kita selalu berpuasa diri. Tidak menyiapkan diri akhirnya begini,” tuturnya.

David menyebut, pemeritah tak bisa melakukan apapun untuk meredam rupiah agar tidak anjlok lebih dalam lantaran ekspor kita melemah, begitu juga dengan transaksi saham maupun valas.

“Mungkin yang saat ini bisa dilakukan ya realisasi belanja. Dan mungkin dari investasi langsung tapi kan ini juga masih lambat,” ujarnya. (viva)