Disperindag Diminta Tingkatkan Pengawasan Makanan di Pekanbaru

by

EKONOMIPOS.COM (EPC), PEKANBARU – Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Komisi II Desi Susanti meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat gencar melakukan pengawasan barang dan makanan termasuk takjil yang beredar di pasaran selama Ramadhan 1438 Hijriah.

“Ini demi menjaga masyarakat dari dampak penggunaan zat berbahaya,” kata Desi Susanti, Selasa (6/6/2017).

Dia menjelaskan Ramadhan sering jadi ajang oknum pelaku usaha dan pedagang meraup untung besar dengan menjual dan membuat makanan yang tidak layak.

Ini menurutnya terbukti masih saja ada ditemukan produk makanan seperti mi kuning basah, delima, kerupuk yang mengandung zat berbahaya formalin, boraks dan pewarna rhodamin B dari hasil uji cepat yang dilakukan BBPOM Pekanbaru.

“Walau diklaim tiap tahun jumlah itemnya menurun, tetapi tetap ada,” kata dia.

Karena itu, dia mengingatkan dinas teknis BBPOM, Disperindag, Diskes harus gencar melakukan upaya memutus pemakaian zat terlarang ini di tengah pelaku dan pedagang.

Banyak cara bisa dilakukan, seperti melalui pembinaan dan pengetahuan bagi pelaku serta pedagang zat apa saja yang boleh dan dilarang digunakan sebagai bahan pencampur makanan.

Selain melakukan uji dan pemantauan di lapangan setelah makanan dipasarkan ke konsumen untuk melihat kejujuran pelaku.

“Yang tegas lagi penindakan jika sudah kedapatan dan tetap dilakukan berulang kali bisa sanksi hukum dan pencabutan izin,” ujar Desi Susanti menambahkan.

Kepada masyarakat ia juga mengimbau agar selektif dan jeli dalam membeli aneka makanan yang diperdagangkan.

Sebelumnya diberitakan pekan kemarin Polsek Tampan dan BPOM berhasil mengungkap dugaan penggunaan zat pengawet mayat (formalin) ke dalam campuran mi basah yang dilakukan pemilik pabrik mi (SP) di Jalan Muhajirin Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Tampan, Pekanbaru.

Saat penggeledahan juga ditemukan dua jerigen berisi 60 liter zat formalin. Diduga pabrik mi kuning basah tersebut sudah beroperasi setahun lamanya. (*)