Rapat Bersama BPH Migas dan Pertamina, Riau Minta Diistimewakan Soal Kuota BBM

by

PEKANBARU – Pemprov Riau kembali membahas penyaluran bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar bersama BPH Migas, PT Pertamina di Kantor Gubernur Riau, Selasa (13/3).

Selain dihadiri Plt Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim juga pembahasan ini dihadiri Sekdaprov Riau Ahmad Hijazi, perwakilan BPH Migas dan Pertamina serta Organisasi Perangkat Daerah terkait.

Tidak hanya itu, perwakilan dari seluruh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Provinsi Riau juga hadir dalam forum tersebut.

Plt Gubernur dalam kesempatan itu menyayangkan pasokan yang dibatasi untuk Riau. Padahal sebagai daerah penghasil minyak, Riau seperti tidak diperhatikan.

“Kami minta agar diberikan keistimewaan sebagai daerah penghasil. Karena sangat miris ketika langka Premium dan Solar di Riau. Saya juga sudah surati Pertamina (untuk) penambahan kuota,” ujar Wan Thamrin Hasyim.

Sementara wakil Ketua DPRD Riau Sunaryo yang juga hadir dalam kesempatan tersebut mengharapkan agar pasokan premium dan Solar yang dibutuhkan masyarakat tetap disalurkan maksimal.

“Kami jadi sasaran demo mahasiswa karena tuntutan masyarakat. Jadi jangan sampai pasokan BBM untuk jenis premium dan Solar ini dibatasi karena masyarakat sudah gerah,” ujar Sunaryo.

Komite BPH Migas Hendri Armad yang hadir dalam pertemuan itu meminta kepada Pertamina untuk menyalurkan BBM sesuai dengan kuota yang ditetapkan ke Riau terutama untuk jenis Premium dan Solar yang mulai langka.

“Silahkan Pertamina menjalankan dengan melakukan penyaluran sesuai dengan kuota. Agar pasokan di masyarakat tidak terganggu,” ujar Armad.

Menurut Armad memang ada pengurangan kuota BBM jenis premium karena sudah ada BBM lain jenis Pertalite dan kuota sudah ditetapkan DPR dan pihaknya hanya menjalankan saja di lapangan.

“Jadi secara nasional memang ada pengurangan, hanya saja walaupun pengurangan namun kuota itu harus tersalurkan,” jelas Armad.

Dia juga menambahkan untuk penyaluran BBM jenis premium sendiri Riau bukan masuk dalam kuota terkecil melainkan nomor dua terbesar secara nasional.

“Untuk penyaluran realisasi juga Riau bukan terendah bahkan lebih rendah daerah lain seperti Sumut dan lainnya, “ujar Armad.

Sementara itu Marketing Branc Manager PT Pertamina Riau Sumbar Pramono yang hadir pada acara tersebut bersedia memaksimalkan pasokan khusus premium dan solar. Dia juga berjanji tidak akan terjadi kelangkaan BBM jenis Premium di Riau.

“Kami akan maksimalkan penyaluran sesuai kuota. Intinya selain premium juga BBM lainnya seperti Pertalite dan jenis lain,” ujarnya. (*)