Dijual Rp70 Ribu per Bungkus, Ini Solusi Jitu Paksa Masyarakat Berhenti Merokok

by

EKONOMIPOS.COM – Harga rokok yang tinggi dianggap sebagai solusi jitu untuk memaksa masyarakat berhenti merokok. Berdasarkan hasil studi Komisi Nasional Pengendalian Tembakau, dan Pusat kajiaan Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS-UI), masyarakat diyakini akan berhenti merokok jika harga rokok dipatok Rp70 ribu/bungkus.

Harga Rp70 ribu/bungkus adalah harga yang direkomendasikan dari hasil studi tersebut.

Dikutip Ekonomipos dari bertuahpos.com, hasil survei Sosial Ekonomi Nasional dan Pengeluaran Badan Pusat Statistik 2015, juga menemukan kebiasaan buruk yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Ada 90 juta jiwa memiliki kebiasaan merokok dengan mayoritas kaum laki-laki. Rata-rata hisapan rokok sekitar 12,3 batang/hari. Rata-rata sebatang rokok harganya Rp1.000, maka ada Rp1,1 triliun masyarakat Indonesia membeli rokok dalam sehari.

Sementara itu, rata-rata 15,51 persen duit yang dikeluarkan penduduk miskin/bulan untuk membeli padi-padian. 12,56 persen untuk membeli produk tembakau dan sirih. Hanya 1,98 persen masyarakat mengeluarkan duitnya per bulan untuk konsumsi makanan menunjang gizi, seperti telur, susu dan protein

Kementerian Kesehatan RI menyambut baik bila hasil penelitian tentang rokok ini dilaksanakan dalam kehidupan masyarakat. Jika rokok harganya Rp70 ribu/bungkus dipastikan akan mampu menurunkan prevalensi perokok Tanah Air.

“Kami komit menjadi pelindung generasi dari bahaya merokok. Kalau harga rokok mahal, barang itu akan sulit dibeli anak-anak maupun masyarakat,” kata Direktur Pencegahan Penyakit tidak Menular (PTM) Kemenkes Cut Putri Arianie. (bpc)