7 Penerbangan Menuju Denpasar Dibatalkan Citilink‎

by

pesawat-citylink1Ekonomipos.com, Jakarta – Manajemen maskapai berbiaya murah (LCC) Citilink Indonesia memutuskan untuk membatalkan tujuh penerbangan dari dan menuju Denpasar, Bali, menyusul pemberitahuan dari otoritas bandara setempat atau Notam mengenai sebaran abu vulkanik Gunung Raung di Provinsi Jawa Timur, terkait kembali aktifnya gunung tersebut.

“Sedikitnya 7 penerbangan Citilink hari ini harus dibatalkan hingga pukul 18.00 waktu setempat, seperti yang telah ditetapkan otoritas Bandara Ngurah Rai, Bali. Namun, begitu Notam tersebut berakhir dan aktivitas erupsi juga mereda maka penerbangan yang malam dan keesokan hari bisa berlangsung seperti biasa,” kata Vice President Corporate Communication Citilink Indonesia Benny S Butarbutar di Jakarta, Kamis (6/8/2015).

Adapun tujuh penerbangan yang batal hingga sore hari nanti adalah penerbangan Jakarta – Denpasar pp (empat penerbangan) dan Surabaya – Denpasar pp (tiga penerbangan). Dalam kondisi normal, Citilink tercatat memiliki frekuensi harian sebanyak 20 penerbangan dari dan menuju Denpasar.

Sesuai koordinasi rutin yang sudah berlangsung selama ini, Citilink akan memantau secara cermat perkembangan erupsi Gunung Raung. “Kami juga mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Para penumpang disarankan dapat menghubungi Call Center Citilink di nomor telepon 0804-1-080808 atau Customer Service di bandara setempat,” imbuhnya.

Kepada seluruh penumpang Citilink Indonesia telah disampaikan pemberitahuan mengenai hal tersebut via SMS atau email blast. Citilink juga menyiapkan pilihan pelayanan akibat pembatalan penerbangan tersebut melalui refund, reschedule dan reroute.

Benny juga mengingatkan bahwa kondisi tersebut termasuk kategori force majeure atau di luar kendali, oleh karenanya ketentuan PM 77/2011 tentang tanggung jawab maskapai dan PM 89/2015 tentang manajemen delay menjadi tidak berlaku.

Aktivitas Gunung Raung yang berada secara administratif termasuk dalam wilayah tiga kabupaten yaitu Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember itu pada hari ini kembali mengakibatkan sebaran abu vulkanik yang mengganggu jalur penerbangan, sehingga otoritas bandara Bali mengeluarkan pemberitahuan bahwa bandara tutup sejak pukul 11.00 WIB hingga Kamis sore pukul 16.00 WIB.‎ (Liputan6)