Gagal Panen, Petani Jadi Pengedar Sabu

by

EKONOMIPOS.COM (EPC),SUMENEP – Lantaran gagal panen, Kholis bin Mustamin (32), seorang petani di Sumenep malah jadi berjualan sabu. Apesnya, baru saja menjadi pengedar sabu, Kholis sudah lebih dulu tertangkap polisi.

Sepak terjang pria asal Dusun Temor Leke, Desa Pananggungan, Kecamatan Guluk-Guluk ini berakhir saat dua pelajar salah satu SMAN di Kota Sumenep, tertangkap basah membawa narkoba.

Saat itu AF, 18 dan RAS, 18,  siswa kelas XII SMAN di Kecamatan Lenteng, Sumenep,  Keduanya warga Dusun Kolor, Desa Ketawang Larangan, Kecamatan Ganding. Mengendarai motor Honda Revo. Pada saat yang bersamaan melintas patrolis polisi. Karena mencurigakan, akhirnya polisi menghentikan laju kendaraan mereka di Desa Lembung Timur, Kecamatan Lenteng.

Pada saat digeledah, polisi menemukan kantong plastik berisi serbuk putih di kantong celana pendek kanan AF. Maka Polisi pun meringkus keduanya. Saat diinterogasi keduanya mengaku sabu-sabu itu dibeli  dari Kholis. Tanpa perlawanan yang berarti, petugas meringkus Kholis di rumahnya. Beberapa barang bukti diamankan dan dibawa ke mapolres.

Kasubbaghumas Polres Sumenep AKP Suwardi mengatakan, sebelumnya polisi menerima laporan dari masyarakat kalau akan ada transaksi. Karena itu, jajaran satresnarkoba segera melakukan penyelidikan.

”Akhirnya terungkap bahwa di lokasi itu memang dijadikan transaksi. Kedua tersangka masih pelajar, dan satu tersangka lain yang kami tangkap seorang petani,” katanya. Akibat perbuatannya mereka dijerat pasal 114 (1) subsider pasal 112 ayat (1) subsider pasal 132 (1) UU 35/2009 tentang Narkotika. (**)