Instalasi Pengolahan Air Cilandak Belum Beroperasi, Palyja Minta Maaf

by
Instalasi pengolahan air PT. PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) di Pejompongan, Jakarta Pusat, Senin (10/8). Penurunan mutu air baku saat kemarau membuat PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) menurunkan kapasitas produksi di Instalasi Pengolahan Air (IPA).Kompas/Priyombodo (PRI) 10-08-2015 *** Local Caption *** Instalasi pengolahan air PT. PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) di Pejompongan, Jakarta Pusat, Senin (10/8). Pasokan air dari Waduk Jati Luhur ke instalasi pengolahan air Palyja masih normal di musim kemarau saat ini. Instalasi pengolahan air tesebut mampu memproduksi 8600 liter per detik air bersih yang didistribusikan ke wilayah Jakarta Barat, sebagian wilayah Jakarta Utara dan Selatan.Kompas/Priyombodo (PRI) 10-08-2015

EKONOMIPOS.COM (EPC),JAKARTA – PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) meminta maaf kepada masyarakat atas belum bisa beroperasinya Instalasi Pengolahan Air (IPA) Cilandak untuk mendistribusikan air ke pelanggan.

Pasalnya, operator penyediaan dan pelayanan air bersih untuk wilayah Barat DKI Jakarta tersebut saat ini masih melakukan uji kualitas air di laboratorium.

Meyritha Maryanie, Corporate Communications & Social Responsibilities Div Head PT Palyja, mengatakan uji laboratorium tersebut dimaksudkan untuk memenuhi persyaratan Permenkes sebelum didistribusikan kepada pelanggan.

“Diharapkan pada Kamis, 25 Agustus 2016, kualitas air bisa memenuhi persyaratan dan bisa segera distribusikan ke pelanggan,” ujarnya, seperti siaran pers, Rabu (24/8/2016) malam.

Saat ini, lanjutnya, Palyja masih menambah pasokan air dari DCR 5 sebesar 200 liter per second (lps) serta penambahan pasokan air dari Aetra sebesar 80-100 lps.

Selain itu, Palyja juga menyiagakan armada mobil tanki untuk mengantisipasi keadaan darurat, seperti rumah sakit dan rumah ibadah untuk memasok air bersih ke beberapa wilayah pelayanan. “Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” ujarnya.

Sebelumnya, diketahui bahwa Palyja perbaikan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Cilandak akibat terkena banjir, dapat selesai dan mulai bisa mendistribusikan air ke pelanggan pada Rabu (24/8/2016).

Namun lantaran harus memenuhi persyaratan kesehatan dengan uji laboratorium, maka pelayanan air bersih kepada masyarakat tertunda,

 

(Bisnis)