Jalan Tol Trans Sumatra Dapat Tambahan Subsidi 37 Km

by

EKONOMIPOS.COM(EPC)JAKARTA – Ruas jalan tol Trans Sumatra Terbanggi Besar (Lampung)-Kayu Agung (Sumatra Selatan) sepanjang 185 km bakal kembali memperoleh tambahan subsidi pembangunan sepanjang 37 km lewat pelelangan dua ruas baru prakarsa badan usaha jalan tol (BUJT).

Sebelumnya ruas trans Sumatra itu telah memperoleh kontribusi pembangunan sepanjang 25 km dari PT Jasa Marga Batang-Semarang selaku pemenang tender investasi proyek.

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menyatakan awal pekan ini telah selesai melakukan evaluasi dokumen penawaran bagi dua ruas prakarsa baru yang dilelang, yakni Jakarta-Cikampek Elevated sepanjang 36,4 km serta Krian-Legundi-Manyar sepanjang 39 km.

Selama masa pelelangan tol tersebut, besarnya penawaran badan usaha untuk ikut membangun trans Sumatra menjadi salah satu indikator dalam penilaian pemenang lelang.

Ketua Panitia Pelelangan Pengusahaan Jalan Tol Eka Pria Anas mengatakan berdasarkan hasil evalusasi tersebut, konsorsium PT Jasa Marga Tbk serta PT Ranggi Sugiron Perkasa dinyatakan sebagai posisi pertama untuk ruas Jakarta-Ckampek Elevated dengan nilai investasi mencapai Rp14,13 triliun.

Dalam konsorsium tersebut, emiten berkode saham JSMR itu menjadi pemegang kendali dalam konsorsium dengan porsi 80% sedangkan PT Ranggi Sugiron sebesar 20%.

“Konsorsium Jasa Marga bersedia melakukan pembangunan ruas Terbanggi Besar-Kayu Agung sepanjang 12 km. Untuk ranking kedua PT Waskita Karya Tbk yang mengajukan kesanggupan melakukan konstruksi sepanjang 7,5 km,” katanya di Jakarta pada Rabu (12/10/2016).

Eka melanjutkan PT Waskita Bumi Wira, berada pada posisi pertama untuk ruas prakarsa lainnya, Krian- Legundi-Manyar di Jawa Timur dengan nilai investasi mencapai Rp7 triliun.

Anak usaha bentukan konsorsium PT Waskita Tollroad, PT Energi Bumi Mining, dan PT Panca Wira Usaha Jawa Timur mampu untuk membangun rua trans Sumatra sepanjang 25 km.

Lewat konsorsium itu, PT Waskita Karya Tbk dengan kepemilikan saham mayoritas sebesar 55% menggandeng dua mitra lainnya PT Energi Bumi Mining sebesar 25% dan PT Panca Wira Usaha Jawa Timur sebesar 20%. Di ranking kedua, PT Pembangunan Perumahan menyanggupi konstruksi sepanjang 10 km.

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) telah menargetkan untuk melakukan pembangunan Trans Sumatera pada ruas Terbanggi Besar – Pematang Panggang—Kayu Agung sepanjang 80 km dari total panjang 185 km melalui mekanisme subsidi silang dari pelelangan ruas-ruas baru yang diprakarsai oleh BUJT

Eka menuturkan lewat pelelangan dua ruas baru prakarsa ini dan ditambah dari kontribusi investor ruas Batang-Semarang, maka sejauh ini akan ada 62 km jalan trans Sumatra yang dibangun. Pemerintah lanjutnya hanya membutuhkan andil dari BUJT sepanjang 18 km.

Dia memprediksi andil tersebut akan didapatkan dari pelelangan ruas prakarsa lainnya yang tengah disipakan prakualifikasinya yakni Jakarta-Cikampek II sisi selatan (Jatiasih-Cipularang-Sadang) sepanjang 64 km dengan nilai investasi Rp17,7 triliun ataupun yang diprakarsai investor asal Malaysia United Engineering Malaysia Berhard (UEM Group) dari Cileunyi (Jawa Barat) hingga Jogja-Solo (Yogyakarta dan Jawa Tengah).

Sementara itu Kepala BPJT Herry Trisaputra Zuna mengungkapkan dari kedua ruas tersebut, kemungkinan besar iinstitusinya akan membuka prakualifikasi ruas Japek II Sisi Selatan terlebih dahulu. Pasalnya ruas itu dinilainya lebis siap dari sisi penetapan lokasi, kesiapan tanah serta dokumen amdal.

“Kami upayakan akhir tahun ini, kan masih ada 2 bulan lagi. Kalau penetapan lokasinya terkejar, bisa,” ujarnya.

 

(Bisnis)