Seimbangkan Karier dan Keluarga, Ini Tipsnya

by

karir dan anakEKONOMIPOS.COM – Sebagai orang yang bekerja dan telah berkeluarga, terkadang sulit untuk menyeimbangkan kehidupan antara karier dengan keluarga. Karena keduanya merupakan aspek terpenting dalam kehidupan, maka jangan sampai salah satunya dipertaruhkan di atas yang lain.

Mengutip situs Psychology Today, ada beberapa sikap yang sebaiknya Anda hindari dalam menjalani kehidupan karier dan keluarga. Sebab, jika sikap ini dilakukan, maka Anda akan kesulitan dalam menjalani salah satu atau malah keduanya.

1. Sungkan Meminta Bantuan
Bila Anda dan suami sama-sama bekerja, rasanya tidak mungkin meninggalkan anak sendirian di rumah. Untuk itu, jangan pernah sungkan untuk meminta bantuan dalam merawat anak selama Anda bekerja.

Orangtua yang sukses tidak selalu bergantung pada orang lain, namun Anda bisa juga bertukar jasa kepada orangtua atau anggota keluarga yang membantu Anda merawat anak saat Anda harus berada di kantor. Ketika orangtua merasa yakin bahwa anaknya dijaga oleh orang yang tepat, maka ia akan lebih produktif dalam pekerjaannya.

2. Membagi Waktu Secara Adil
Guna mewujudkan keseimbangan antara karier dan keluarga tidak berarti harus dapat membagi waktu secara adil. Orangtua yang sukses memahami bahwa ada kalanya ketika keluarga lebih membutuhkan waktu dan perhatiannya sementara karier membutuhkan lebih banyak energi. Mereka tidak membagi waktu secara adil, namun mereka fleksibel dalam hal waktu.

3. Ide Bahwa Tidak Ada Waktu untuk Diri Sendiri
Jika Anda tidak menjaga dan merawat diri sendiri terlebih dulu, maka Anda akan sulit untuk berlaku demikian pada orang lain. Ketika Anda merasa sangat lelah, jangan sungkan untuk memberi waktu guna menikmati “me time” Anda. Para orangtua yang sukses tahu betul bahwa menikmati diri sendiri akan membantu mereka dalam hal efisiensi dan produktivitas jangka panjang.

Menurut sebuah studi yang dipublikasikan pada jurnal Human Resource Management tahun 2014, melakukan aktivitas fisik dapat menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara keluarga dan pekerjaan. Memang, istirahat dan tidur yang cukup merupakan kunci penting mencapai kebugaran, namun tak ada salahnya berolahraga pula.

4. Keinginan untuk Selalu Bahagiakan Anak
Para orangtua yang berhasil menyeimbangkan karier dan keluarga tidak selalu berkeinginan membuat anak mereka bahagia. Sebaliknya, mereka sangat ingin membesarkan anak yang bertanggung jawab agar mereka menjadi orang yang bertanggung jawab saat menginjak usia dewasa.

Para orangtua tidak segan meminta bantuan anak dalam melakukan pekerjaan domestik. Mereka melakukan pembagian pekerjaan dan mengajarkan tanggung jawab tanpa memarahi atau berteriak. Mereka menekankan pentingnya konsekuensi dan menjadi panutan tentang bekerja keras dan tidak takut untuk kecewa.

5. Menyesal Karena Bekerja
Orangtua yang berhasil mencapai keseimbangan karier dan keluarga, tidak membuang waktu dan energi mereka untuk menyesali fakta bahwa mereka bekerja. Sebaliknya, mereka mencari solusi atas masalah, seperti bekerja dalam jam kerja fleksibel atau memutuskan tetap bekerja penuh waktu sambil merawat anak.

Kenyataan yang banyak terjadi adalah tidak sedikit orang tua bekerja demi mencari nafkah. Namun demikian, bukannya tidak mungkin orangtua yang bekerja dapat menjadi orangtua yang berkualitas. Para orangtua yang sukses sangat fokus pada waktu senggang mereka untuk merawat anak, bukannya berharap mereka tidak bekerja. (kompas)

No More Posts Available.

No more pages to load.