• Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Thursday, October 8, 2026
Ekonomi Pos
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir
No Result
View All Result
EkonomiPos.Com
No Result
View All Result

Kode Nomor +234 Bikin Resah, Ini Fakta dan Modus Penipuannya

20/08/2025
Share on FacebookShare on Twitter

Belakangan, banyak masyarakat Indonesia menerima panggilan telepon dengan kode nomor internasional +234. Tak sedikit yang bertanya-tanya, dari negara mana sebenarnya kode tersebut berasal dan apakah aman untuk diangkat.

Kode +234 diketahui merupakan kode telepon internasional milik Nigeria, sebuah negara di Afrika Barat. Namun, munculnya panggilan asing dengan kode ini belakangan sering dikaitkan dengan modus penipuan internasional.

Modus penipuan yang paling umum adalah “Wangiri Scam”, yaitu pelaku menelepon hanya sekali atau beberapa detik lalu menutupnya. Jika penerima penasaran dan menelpon balik, pulsa atau saldo komunikasi internasional bisa terkuras habis. Dalam beberapa kasus, penelepon juga berusaha melakukan percakapan untuk menggali data pribadi calon korban.

Pakar keamanan siber mengingatkan agar masyarakat tidak sembarangan mengangkat atau membalas panggilan dari nomor asing yang mencurigakan, terutama jika tidak memiliki kerabat atau urusan bisnis di luar negeri.

“Kebanyakan panggilan asing dengan kode +234 tidak relevan bagi masyarakat Indonesia. Jangan asal mengangkat apalagi menelpon balik. Ini bisa jadi bagian dari penipuan internasional,” ujar salah satu praktisi keamanan digital.

Selain Nigeria, sejumlah kode nomor asing lain juga kerap disalahgunakan untuk penipuan, di antaranya kode +63 (Filipina) dan +92 (Pakistan). Masyarakat diimbau selalu berhati-hati dan segera blokir nomor asing yang mencurigakan.

Pihak kepolisian dan Kominfo juga telah berulang kali mengingatkan agar masyarakat waspada terhadap modus penipuan telepon internasional. Jika menemukan indikasi penipuan, masyarakat bisa melaporkannya melalui situs resmi aduan konten Kominfo atau aplikasi pelaporan online lainnya.

Dengan meningkatnya kasus penipuan digital lintas negara, kewaspadaan menjadi kunci utama. Jangan mudah tergoda, jangan langsung percaya, dan selalu lindungi data pribadi agar tidak dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Sumber: detiknet
Share76Tweet48

Kabar Terkait

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi
Berita

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi

07/10/2026
Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif
Berita

Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif

07/10/2026
Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter
Berita

Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter

06/10/2026
Load More
EkonomiPos.Com

We bring you the best Economy News

  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2025 EkonomiPos.com.

No Result
View All Result
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir

© 2025 EkonomiPos.com.

Go to mobile version