EKONOMIPOS.COM – Pemerintah Provinsi Ontario mengancam menghentikan pasokan listrik Kanada ke AS serta mineral strategis menyusul eskalasi perselisihan perdagangan kedua negara. Ancaman itu disampaikan Kepala Pemerintahan Ontario Doug Ford pada Selasa (25/8/2026), setelah Presiden AS Donald Trump meningkatkan tekanan tarif terhadap sejumlah produk Kanada.
Ketegangan meningkat setelah Washington memberlakukan bea masuk 50 persen terhadap produk Kanada senilai sekitar US$20 miliar mulai Sabtu (22/8/2026). AS juga mengumumkan rencana menaikkan tarif terhadap mobil, truk, suku cadang kendaraan dan baja Kanada menjadi 50 persen mulai 1 Januari 2027.
Kebijakan itu muncul setelah perundingan perdagangan kedua negara menemui jalan buntu. Situasi tersebut menjadi perhatian Ottawa karena sekitar 70 persen ekspor barang Kanada diserap pasar Amerika Serikat, sehingga perubahan kebijakan perdagangan Washington dapat memberikan tekanan besar terhadap sektor industri negara itu.
Ford menegaskan Ontario mempertimbangkan berbagai tindakan sebagai respons terhadap kebijakan AS. Salah satu langkah yang disebut adalah penghentian aliran listrik yang selama ini ikut menopang kebutuhan energi di sejumlah wilayah Amerika Serikat. “Semuanya ada di atas meja. Saya akan melakukan apa pun yang diperlukan,” kata Ford.
Menurut Ford, Ontario memasok listrik bagi sekitar 1,5 juta rumah dan bisnis di Amerika Serikat. Ia juga mendorong Ottawa mempertimbangkan pembatasan pada komoditas lain, termasuk minyak, potash dan mineral strategis apabila konflik perdagangan terus meningkat.
Kanada tercatat sebagai pemasok listrik asing terbesar bagi Amerika Serikat. Data Administrasi Informasi Energi AS (EIA) menunjukkan Amerika mengimpor sekitar 24,5 terawatt-jam (TWh) listrik dari Kanada sepanjang 2025, sedangkan ekspor listrik AS ke Kanada mencapai sekitar 16 TWh.
Meski secara nasional ketergantungan bersih AS terhadap listrik Kanada hanya sekitar 0,2 persen dari total konsumsi, kondisinya berbeda di sejumlah negara bagian perbatasan. New York, Michigan dan Minnesota memiliki ketergantungan lebih terkonsentrasi terhadap pasokan dari Kanada, terutama ketika kebutuhan listrik mencapai periode puncak.
Presiden Donald Trump merespons keras pernyataan Ford melalui Truth Social. Trump juga menyoroti kebijakan perdagangan Kanada dan menuding negara tetangganya tersebut selama bertahun-tahun menerapkan tarif tinggi terhadap petani Amerika.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney pada saat yang sama menegaskan Ottawa tidak menerima persyaratan yang ditawarkan Washington. Pemerintah Kanada kemudian mengumumkan rencana tarif balasan secara “dolar demi dolar” terhadap sejumlah produk AS, yang dijadwalkan mulai berlaku pada 8 September 2026.
Ancaman menggunakan pasokan listrik sebagai instrumen tekanan bukan kali pertama dilakukan Ontario. Pada Maret 2025, Ford pernah memberlakukan biaya tambahan 25 persen terhadap ekspor listrik ke tiga negara bagian AS sebelum kebijakan itu ditangguhkan setelah Trump mengancam menggandakan tarif baja dan aluminium Kanada.



