• Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Wednesday, October 7, 2026
Ekonomi Pos
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir
No Result
View All Result
EkonomiPos.Com
No Result
View All Result

Sering Bercinta Bisa Ganggu Kebahagiaan, Benarkah?

18/05/2015
Share on FacebookShare on Twitter

bercintaEKONOMIPOS.COM – Frekuensi bercinta yang cukup sering dianggap sebagai kunci kebahagiaan dan keharmonisan pernikahan Anda dengan pasangan. Akan tetapi, sebuah penelitian menemukan bahwa terlalu sering bercinta ternyata malah dapat membuat Anda sama sekali tidak bahagia. Apa alasannya?

Dalam studi teranyar tersebut, para peneliti menemukan bahwa terlalu sering berhubungan seks dengan pasangan malah memicu ketidakbahagiaan dalam diri Anda. Penelitian ini dilakukan terhadap para responden yang merupakan pasangan yang telah menikah.

Kemudian, para peneliti mempelajari pola bercinta mereka. Para responden tersebut dibagi ke dalam dua kelompok. Salah satu kelompok diminta untuk menggandakan frekuensi berhubungan seks mereka. Sementara itu, satu kelompok lainnya diminta untuk mempertahankan frekuensi bercinta mereka dan tidak diikuti oleh instruksi apapun lainnya.

Dari sini, kebanyakan orang akan berpikir bahwa kelompok yang menggandakan frekuensi bercinta mereka dilaporkan lebih merasa bahagia. Ternyata tidak. Secara mengejutkan, kelompok yang diminta untuk menggandakan frekuensi berhubungan seks, mereka malah dilaporkan mengalami penurunan dalam hal kebahagiaan dan gairah seksual.

George Loewenstein, ketua penelitian tersebut, mengungkapkan beberapa alasan yang kemungkinan menyebabkan ketidakbahagiaan pada kelompok yang lebih sering bercinta. Ia menduga, kurangnya spontanitas menyebabkan kelompok ini tidak merasa puas setelah bercinta. Dengan kata lain, ketika seks menjadi sebuah keharusan dan rutinitas, kesenangan dan kebahagiaan malah memudar.

“Kemungkinan ketika pasangan mengubah cerita mereka sendiri tentang mengapa mereka berhubungan intim dari sebuah aktivitas yang dilakukan secara sukarela menjadi sebuah bagian dari penelitian. Yang patut digarisbawahi adalah kualitas, bukan kuantitas yang mempengaruhi gairah dalam bercinta,” jelas Loewenstein. (kompas)

Tags: bercintapengantin barusex
Share76Tweet48

Kabar Terkait

Insight

Gara-gara Alergi, Pria Bisa Kesakitan Saat Bercinta

28/12/2014
Load More
EkonomiPos.Com

We bring you the best Economy News

  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2025 EkonomiPos.com.

No Result
View All Result
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir

© 2025 EkonomiPos.com.

Go to mobile version