• Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Wednesday, October 7, 2026
Ekonomi Pos
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir
No Result
View All Result
EkonomiPos.Com
No Result
View All Result

Harga CPO Diprediksi Turun, Produksi Naik Permintaan Melemah

04/08/2025
Harga CPO Diprediksi Turun Pekan Depan, Produksi Naik Permintaan Melemah

Kebun kelapa sawit.

Share on FacebookShare on Twitter

Harga minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives diperkirakan melemah pada pekan ini. Tekanan datang dari peningkatan produksi musiman dan menurunnya permintaan global.

Analis komoditas, David Ng, menyebut pasar saat ini menghadapi ekspektasi pasokan yang tinggi menjelang musim panen utama. “Harga CPO kemungkinan bergerak antara RM4.150 hingga RM4.320 per ton,” katanya, Sabtu, 2 Agustus 2025.

Sementara itu, Jim Teh, pedagang senior dari Interband Group of Companies, memprediksi harga CPO pekan depan berada di kisaran RM3.900–RM4.000 per ton. Ia menilai kisaran tersebut menarik bagi pembeli fisik dari India, China, Pakistan, Timur Tengah, dan Eropa.

Di sisi lain, tren penurunan harga minyak mentah dunia ikut mempengaruhi pasar CPO. Saat ini, harga minyak mentah berada di kisaran US$66–US$67 per barel.

David Ng menambahkan, meski harga menurun, minyak sawit tetap menjadi komoditas yang kuat di pasar global sejak 2007. Pemerintah Malaysia juga mendorong penghapusan tarif ekspor ke AS, termasuk untuk minyak sawit, karet, dan kakao. Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia, Tengku Datuk Seri Zafrul Abdul Aziz, mengatakan tarif 19% bisa dihapus jika AS tidak memproduksi komoditas itu secara mandiri.

Volume transaksi ikut menurun dari 385.858 lot menjadi 293.302 lot, sedangkan minat terbuka turun dari 229.303 menjadi 224.913 kontrak. Sementara itu, harga CPO fisik untuk pengiriman ke Pelabuhan Selatan tetap stabil di RM4.230 per ton.

Dari perdagangan kontrak berjangka, sebagian besar harga CPO tercatat turun:

  • Agustus: turun RM28 ke RM4.193 per ton
  • September: turun RM32 ke RM4.226 per ton
  • Oktober: turun RM28 ke RM4.245 per ton
  • November: turun RM20 ke RM4.263 per ton
  • Desember: turun RM11 ke RM4.279 per ton
  • Januari 2026: naik tipis RM1 ke RM4.291 per ton

Reporter: Melba | Sumber: Bernama
Tags: ekonomi bisniskelapa sawit
Share77Tweet48

Kabar Terkait

Pemerintah Target Ekspor Biodiesel Indonesia ke Uni Eropa Tumbuh 6,7%
Berita Pilihan

Pemerintah Target Ekspor Biodiesel Indonesia ke Uni Eropa Tumbuh 6,7%

29/08/2025
Cadangan Gas Baru di Nunukan
Berita Pilihan

Cadangan Gas Baru di Nunukan

21/08/2025
Rig Merah Putih di Konvensi STI 2025, Dorong Swasembada Energi Nasional
Ekbis

Rig Merah Putih di Konvensi STI 2025, Dorong Swasembada Energi Nasional

08/08/2025
Load More
EkonomiPos.Com

We bring you the best Economy News

  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2025 EkonomiPos.com.

No Result
View All Result
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir

© 2025 EkonomiPos.com.

Go to mobile version