• Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Thursday, October 8, 2026
Ekonomi Pos
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir
No Result
View All Result
EkonomiPos.Com
No Result
View All Result

WARALABA: Pertumbuhan Lambat, Ini Penyebabnya

11/10/2016
Share on FacebookShare on Twitter

EKONOMIPOS.COM (EPC),JAKARTA—Meski memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan, pertumbuhan waralaba relatif rendah.

Ketua Umum Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Sukandar mengatakan jumlah franchisor alias pemilik waralaba bertambah hanya 2% per tahun. Sementara, pemilik business opportunity (BO) lebih tinggi yakni menyentuh 8% per tahun.

Menurut dia, rendahnya peningkatan jumlah franchisor antara lain terkait dengan kultur masyarakat Indonesia yang senang dengan segala hal berbau instan. Sementara, di sisi jumlah konsumen, Indonesia merupakan pasar yang besar.

“Padahal, BO itu tidak tahan lama bisnisnya, tidak lebih dari 2 tahun. Banyak yang masih BO mengklaim bisnis yang dimiliki adalah waralaba, padahal bukan. Waralaba itu minimal bertahan dan menguntungkan selama 5 tahun,” papar Anang, Selasa (11/10).

AFI mengutip data Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang menyebutkan jumlah waralaba di Indonesia saat ini lebih dari 600 franchise. Dari jumlah itu, 400 di antaranya merupakan waralaba asing dan 120-200 lainnya adalah franchise lokal.

Adapun jumlah gerai disebut menyentuh 24.400 outlet dengan total omzet sebesar Rp172 triliun pada 2015. Tetapi, jumlah waralaba yang telah mempunyai Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) baru 360. Rinciannya, 308 berupa franchise asing dan 52 sisanya waralaba dalam negeri.

Selain itu, dukungan dari pemerintah di daerah dipandang masih minim sehingga sosialisasi mengenai bisnis waralaba yang benar di daerah-daerah tidak mendapatkan hasil yang maksimal.

Anang menuturkan salah satu cara mendorong pertumbuhan waralaba lokal adalah dengan mengembangkan konsep micro franchising.

“Waralaba yang sudah besar-besar harganya mahal. Kami usulkan gunakan konsep micro franchising supaya masyarakat bisa dapat harga lebih murah,” terang dia.

Dengan konsep ini, pemerintah bisa mendorong pemilik usaha yang sudah mapan dan terkenal di daerah untuk diwaralabakan. Lantaran skala usahanya belum sebesar franchise dengan ratusan gerai, maka harganya bisa lebih murah dan bakal menarik lebih banyak calon franchisee.

Pihak pemilik juga mendapat keuntungan karena usahanya bisa ditemukan di lebih banyak lokasi dan menambah basis konsumen, tapi biaya ekspansi yang dikeluarkan dari kantong sendiri bisa dikurangi.

Faktor keterkenalan usaha tersebut akan menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen. Sektor yang dinilai paling mudah untuk diwaralabakan dengan konsep ini adalah kuliner. Misalnya nasi uduk yang terkenal di Jakarta atau soto yang paling ramai didatangi di Surabaya.

Direktur Bina Usaha Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Fetnayeti sebelumnya mengungkapkan konsep micro franchising bakal dimasukkan dalam roadmap waralaba nasional yang saat ini tengah disusun.

Konsep tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha lebih mudah dalam mendapatkan pendanaan murah karena saat ini pemerintah sedang menggencarkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

 

(Bisnis)

Share76Tweet47

Kabar Terkait

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi
Berita

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi

07/10/2026
Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif
Berita

Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif

07/10/2026
Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter
Berita

Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter

06/10/2026
Load More
EkonomiPos.Com

We bring you the best Economy News

  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2025 EkonomiPos.com.

No Result
View All Result
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir

© 2025 EkonomiPos.com.

Go to mobile version