• Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Thursday, October 8, 2026
Ekonomi Pos
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir
No Result
View All Result
EkonomiPos.Com
No Result
View All Result

Kemenhub Siap Privatisasi Bandara

27/10/2016
Share on FacebookShare on Twitter

EKONOMIPOS.COM (EPC),JAKARTA — Kementerian Perhubungan menyiapkan tiga bandara di luar Pulau Jawa untuk diprivatisasi oleh swasta.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan berkurangnya pemerintah membutuhkan penyerapan dana dari sektor swasta untuk mengembangkan transportasi udara.

“Ada guidance dari Presiden Jokowi untuk melibatkan swasta agar pembangunan nasional bisa menggunakan dana-dana privat dari swasta untuk daerah-daerah,” ungkap Menhub Budi di Hotel Grand Mercure, Kemayoran, Rabu malam (26/10).

Dia menjelaskan privatisasi tersebut berupa penjualan 49% saham di Balikpapan, Makassar, dan Kualanamu. Dia menguraikan bahwa pemerintah ingin swasta bisa menyalurkan dananya membantu pembangunan Indonesia.

Adapun tugas badan usaha milik negara seperti PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II sudah bertugas membangun banyak bandara-bandara lain dengan salah sati bantuan dana diperoleh dari bank.

“Makanya dilakukan privatisasi bandara diharapkan masing-masing mendapatkan dana segar sekitar Rp1 triliun sampai Rp3 triliun yang mana itu bisa digunakan untuk memperbaiki bandara-bandara yang mereka kembangkan,” jelas Budi.

Beberapa bandara lain yang rencananya akan diprospek untuk privatisast adalah Bandara Raden Inten II di Bandar Lampung, Bandara Hang Nadim di Batam, Bandara H.A.S. Hanandjoeddin di Beltiung, dan Bandara Adisucipto di Yogyakarta, dan Bandara Ngurah Rai di Bali. Menhub Budi tidak bermasalah untuk memprivatisasi bandara-bandara besar yang sudah meraup revenue sangat besar bagi negara.

“Kita akan tawarkan yang terbaik. Mana mau investor kalau yang dikasih rugi? Dia tidak mau. Kemarin kita dari Menko Perekonomian memberikan format, akan kita bahas bandara-bandara ini dibuatkan proposal sehingga swasta nasional dan asing bisa masuk,” terang Menhub Budi.

Dia menilai dengan keterlibatan swasta asing bukan hanya mengisi pundi-pundi keuangan negara, tetapi juga memberikan expertise khusus antara swasta dengan BUMN. Dia menjelaskan mekanisme sistem bandara nantinya hal-hal teknis dikelola oleh pemerintah sementara dalam struktur manajemen ada join management antara swasta dan pemerintah.

“Kita harus terbuka karena dengan adanya interest dari asing akan ada perhatian untuk mengembangkan pergerakkan tidak hanya 35 juta bisa mencapai 40 juta atau 50 juta, saat ini belum kita finalkan, tahun ini belum bisa. Minimal delapan bulan sampai setahun,” tuturnya.

 

(Bisnis)

Share76Tweet47

Kabar Terkait

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi
Berita

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi

07/10/2026
Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif
Berita

Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif

07/10/2026
Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter
Berita

Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter

06/10/2026
Load More
EkonomiPos.Com

We bring you the best Economy News

  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2025 EkonomiPos.com.

No Result
View All Result
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir

© 2025 EkonomiPos.com.

Go to mobile version