• Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Wednesday, October 7, 2026
Ekonomi Pos
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir
No Result
View All Result
EkonomiPos.Com
No Result
View All Result

Proyek Migas Matindok Beroperasi 2017

04/11/2016
Share on FacebookShare on Twitter

EKONOMIPOS.COM (EPC),JAKARTA–Proyek Matindok di Sulawesi Tengah yang dioperatori PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) mundur dan baru beroperasi pada 2017 dari target awal kuartal I/2016.

Direktur Hulu PT Pertamina (Persero) Syamsu Alam memperkirakan Matindok baru bisa beroperasi pada 2017.

Rencananya, proyek yang nantinya akan memproduksi gas sebesar 65 MMscfd dan minyak 500 bph itu terkendala karena terlambatnya fase perencanaan kontruksi (construction phase plan/CPP) oleh konsorsium kontraktornya.

“Ada keterlambatan di CPP consrtiumnya,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Kamis (3/11/2016) malam.

Deputi Pengendalian Operasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Muliawan, mengatakan dari 13 proyek, tersisa dua proyek yang belum bisa beroperasi pada 2016. Adapun, proyek seperti Wasambo, Sulawesi Selatan (Energy Equity Epic Sengkang) dan Matindok, Sulawesi Tengah (PT Pertamina EP) belum bisa memproduksi minyak dan gas bumi pada 2016.

Dia menyebut proyek Wasambo yang ditarget beroperasi pada kuartal III/2016, akhirnya mundur karena faktor kesiapan fasilitas produksinya.

Akibatnya, Wasambo yang akan memasok gas ke South Sumatera Liquefied Natural Gas (SS LNG) tertunda dan harus mendapat pasokan pengganti. SS LNG, katanya, mendapat pasokan dari Bontang selama Wasambo belum menghasilkan gas.

Wasambo sendiri yang diproyeksi akan menghasilkan gas sebesar 80 juta kaki kubik per hari (MMscfd) baru beroperasi pada kuartal I/2017. Dengan demikian, saat ini, perlu penyesuaian harga lagi karena mundurnya waktu operasi proyek.

Selain itu, ujar Muliawan, proyek Lapangan Matindok pun mundur akibat belum harmonisnya konsorsium kontraktor yang mengerjakan konstruksi fasilitas produksinya. Masalah lain yang cukup berkontribusi terhadap mundurnya proyek yakni ketidakpastian pembeli gasnya.

“Karendan dan Dayung Compression sudah beroperasi, tinggal Wasambo dan Matindok yang belum,” ujarnya.

 

(Bisnis)

Share76Tweet47

Kabar Terkait

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi
Berita

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi

07/10/2026
Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif
Berita

Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif

07/10/2026
Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter
Berita

Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter

06/10/2026
Load More
EkonomiPos.Com

We bring you the best Economy News

  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2025 EkonomiPos.com.

No Result
View All Result
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir

© 2025 EkonomiPos.com.

Go to mobile version