EKONOMIPOS.COM, PELALAWAN – Bupati Pelalawan, Zukri Misran, meninjau langsung lokasi kebakaran lahan di Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, guna memastikan proses penanganan berjalan optimal.
Dalam kunjungannya, Bupati Zukri menegaskan bahwa upaya pemadaman difokuskan pada lahan gambut yang menjadi titik utama kebakaran. Karakteristik gambut yang mudah terbakar dan menyimpan api di bawah permukaan membuat proses pemadaman lebih kompleks dibandingkan kebakaran lahan biasa.
“Penanganan di lahan gambut memang membutuhkan metode khusus. Kami mendorong semua tim untuk bekerja maksimal agar api tidak meluas,” ujarnya.
Tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kepolisian Negara Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia, serta Manggala Agni dan relawan terus melakukan upaya pemadaman baik melalui jalur darat maupun udara.

Foto : Humas Pemkab Pelalawan
Dalam agenda tersebut, Zukri mengikuti patroli udara menggunakan helikopter milik kepolisian untuk memantau kondisi terkini titik api dari udara. Fokus utama penanganan berada di kawasan lahan gambut yang dikenal rawan terbakar di bawah permukaan (ground fire), sehingga membutuhkan metode khusus dalam proses pemadaman.
Turut mendampingi dalam kegiatan itu sejumlah pejabat dari unsur TNI-Polri, di antaranya Karo Ops Polda Riau Kombes Pol Ino Haryanto, Dansat Brimob Polda Riau Kombes Pol Ketut, Asops Kodam XIX/Tuanku Tambusai Kolonel Inf Rendra D.A, serta Kapolres Pelalawan AKBP Jhon Louis Letedara.
Selain pemadaman, upaya pendinginan (cooling system) juga dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul. Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di musim kemarau yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Bupati Zukri menambahkan, koordinasi lintas instansi terus diperkuat untuk mempercepat penanganan dan meminimalkan dampak yang ditimbulkan, termasuk potensi kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat.
“Kami terus memantau perkembangan di lapangan. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, dan kami berharap kondisi ini segera terkendali,” tutupnya.
Hingga saat ini, proses pemadaman masih berlangsung dengan fokus utama pada wilayah gambut yang dinilai paling berisiko memperluas area kebakaran. (ADV)



