• Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Thursday, October 22, 2026
Ekonomi Pos
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir
No Result
View All Result
EkonomiPos.Com
No Result
View All Result

Hampir Kehilangan Momen Kelahiran Anak Pertama, Angga Akhirnya Pulang Usai Sebulan Bertugas

22/10/2026
Hampir Kehilangan Momen Kelahiran Anak Pertama, Angga Akhirnya Pulang Usai Sebulan Bertugas

Hampir Kehilangan Momen Kelahiran Anak Pertama, Angga Akhirnya Pulang Usai Sebulan Bertugas

Share on FacebookShare on Twitter

EKONOMIPOS.COM – Selama sekitar satu bulan, Angga Saprianto harus menjalankan tugas pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) jauh dari rumah. Di saat yang sama, istrinya, Dwi Rahayu, tengah menanti kelahiran anak pertama mereka.

Angga, 37 tahun, merupakan Koordinator Operasional Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT Arara Abadi, salah satu unit usaha APP Group di Riau. Setelah sekitar 10 tahun bekerja sebagai petugas pemadam, ia kini bertanggung jawab mengoordinasikan ratusan personel dalam penanganan karhutla.

Tugasnya tidak hanya mencakup kawasan konsesi perusahaan, tetapi juga wilayah sekitar hingga radius lima kilometer. Dalam kondisi tertentu, tim yang dikoordinasikannya turut diperbantukan ke berbagai provinsi untuk membantu menangani kebakaran.

Tuntutan pekerjaan itu membuat Angga harus siap menjalani penugasan panjang. Namun, ketika istrinya memasuki masa kehamilan tua, jarak dengan keluarga menjadi tantangan yang tidak mudah baginya.

Saat itu, Angga mendapat penugasan ke luar Provinsi Riau. Ia harus meninggalkan rumah ketika waktu persalinan Dwi semakin dekat. Harapan untuk mendampingi kelahiran anak pertama mereka pun bergantung pada kesempatan pulang yang belum pasti.

Selama bertugas, rencana kepulangan Angga beberapa kali tertunda karena pergantian personel belum dapat dilakukan. Ia harus menyelesaikan tanggung jawab di lapangan, sementara Dwi menjalani hari-hari menjelang persalinan tanpa kehadiran suaminya secara langsung.

Sebagai calon ibu untuk pertama kalinya, Dwi berharap Angga dapat berada di sisinya ketika buah hati mereka lahir.

“Sabar ya, Nak, kita tunggu Ayah pulang dulu,” kenang Dwi mengenai kata-kata yang kerap disampaikannya kepada bayi dalam kandungannya.

Dwi memahami bahwa pekerjaan suaminya menuntut kesiapan menghadapi situasi darurat. Meski begitu, kekhawatiran tetap muncul karena waktu persalinan semakin dekat dan belum ada kepastian kapan Angga bisa kembali.

Kesempatan pulang akhirnya datang setelah sekitar satu bulan penugasan. Ketika baru keluar dari area tugas, Angga berpapasan dengan pimpinannya yang kemudian menyampaikan perintah singkat.

“Pulanglah, sekarang juga,” demikian perintah pimpinan yang dikenang Angga.

Setelah beberapa kali tertunda, Angga akhirnya kembali ke rumah. Menurut penuturan keluarga, kepulangannya bertepatan dengan kelahiran anak pertama mereka. Momen yang sempat dikhawatirkan akan terlewat itu akhirnya dapat dilalui bersama.

Bagi Angga dan Dwi, pengalaman tersebut menjadi salah satu peristiwa paling berkesan dalam kehidupan keluarga mereka. Masa penantian yang dijalani dari tempat berbeda akhirnya berujung pada kebersamaan saat menyambut anggota keluarga baru.

Di balik pengalaman tersebut, Angga tetap menjalankan tanggung jawabnya sebagai Koordinator Operasional. Ia harus memastikan kesiapan personel dan penanganan karhutla berjalan sesuai kebutuhan, termasuk ketika bantuan diperlukan di luar wilayah Riau.

“Sering kali kami dianggap hanya memadamkan api di hutan. Padahal, yang kami jaga bukan sekadar pohon dan tanah. Kami menjaga rumah, masa depan, dan kelangsungan hidup banyak keluarga, termasuk keluarga kami sendiri,” ujar Angga.

Pengalaman itu mengingatkan Angga bahwa pekerjaan sebagai petugas pemadam karhutla bukan hanya tentang menghadapi api dan menjaga lingkungan. Di balik tanggung jawab tersebut, ada keluarga yang menunggu kepulangannya dan peran sebagai suami serta ayah yang juga memiliki arti besar.***

Share76Tweet47

Kabar Terkait

Berita

Dari Lidi Sawit Menjadi Piring, Ibu-Ibu Melebung Merintis Usaha Bersama EMP Korinci Baru

21/10/2026
Berita

Rajut Persatuan dalam Bingkai Hukum, KNPI Inhil Silaturahmi ke Kejaksaan Negeri Inhil: Pemuda dan Adhyaksa Bersatu untuk Negeri

21/10/2026
Berita

Gerak Cepat, Jasa Raharja Terbitkan Jaminan Biaya Perawatan bagi 11 Korban KMP Batumandi

21/10/2026
Load More
EkonomiPos.Com

We bring you the best Economy News

  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2025 EkonomiPos.com.

No Result
View All Result
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir

© 2025 EkonomiPos.com.

Go to mobile version