Proyek Pasar Induk Jalan di Tempat, Walikota Diminta Bertindak Tegas

by

EKONOMIPOS.COM (EPC), PEKANBARU – Walikota Pekanbaru, Dr Firdaus MT diminta bertindak tegas terkait mandeknya pembangunan Pasar Induk di Jalan Soekarno Hatta.

Komisi IV DPRD Pekanbaru mempertanyakan proges pembangunan Pasar Induk, di Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru. Sebab, hingga Agustus ini realisasi pembangunannya belum menunjukkan progres signifikan. Bahkan proses IMB pun belum selesai. Sehingga kontraktor pelaksananya belum bisa bekerja.

“Kita dapatkan informasi juga begitu. Setelah penandatanganan kontrak awal tahun 2017 kemarin, sampai sekarang belum juga dibangun. Bahkan masih hamparan lahan kosong tanpa bangunan. Ada apa ini,” ujar Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru Zaidi Albaiza SH MH, Kamis (10/8/2017).

Seperti diketahui, pengerjaan Pasar Induk dimenangkan PT Agung Rafa Bonai. Anggaran pembangunan Pasar Induk tersebut, di atas lahan seluas 3,2 hektare tersebut sebesar Rp 94 miliar.

Pembangunannya dengan sistem investasi yang dianut kerjasama Bangun Guna Serah (BGS). Artinya investor membangun, mengelola dengan kontrak operasional 30 tahun, lalu selesai diserahkan ke pemko menjadi aset.

Karena belum adanya progres, Zaidir yang juga ketua Fraksi PKB Pekanbaru meminta walikota bersikap tegas terhadap persoalan ini. Jika PT Agung Rafa Bonai tidak sanggup dan tidak sesuai kontrak awal, harus ada keputusan tegas.

Sebaliknya, jika persoalannya masih terkendala perizinan IMB, hal itu harus segera diselesaikan. Namun sesuai dengan aturan yang ada. “Saat penandatanganan kerjasama pengerjaan ini dulu, kita didesak. Sekarang dibiarkan tak terurus,” katanya.

Lebih lanjut disampaikannya, karena masih belum jelas progresnya, pihak DPRD menilai pemko tidak serius. Padahal, keberadaan Pasar Induk ini sudah sangat dibutuhkan.

“Kontrak pengerjaaannya hanya 24 bulan terhitung 2017-2018. Tapi kita mengharapkan tahun ini selesai. Namun setelah melihat kondisi sekarang, tidak mungkin harapan itu terjadi,” imbuh Zaidir.

Keberadaan Pasar Induk tersebut, bertujuan untuk memindahkan bongkar muat di sejumlah titik di Kota Pekanbaru. Dengan begitu, tidak ada kemacetan di sejumlah ruas jalan. (*)