• Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Wednesday, October 7, 2026
Ekonomi Pos
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir
No Result
View All Result
EkonomiPos.Com
No Result
View All Result

Kadin Beberkan Sejumlah Masalah yang Dapat Hambat Pertumbuhan Industri Nasional

22/02/2025
Share on FacebookShare on Twitter

Sektor industri terancam akibat tingginya harga gas. Kamar Dangan dan Industri (Kadin) khawatir kondisi ini akan berdampak buruk terhadap kinerja industri nasional.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perindustrian Saleh Husin mengatakan, industri nasional kini tengah menggu dukungan pemerintah—terutama dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 8%—sesuai keinginan Presiden Prabowo Subianto.

“Jika target itu ingin dicapai, industri nasional harus berkembang. Palig tidak dengan berkontribusi terhadap PDB minimal 29%,” ujar Saleh dalam diskusi bertajuk Atmosfer dan Dukungan Dunia Usaha untuk Percepatan Hilirisasi Gas Alam pada, 21 Februari 2025.

Menurutnya, Kadin telah memetakan beberapa permasalahan yang dapat menghambat pertumbuhan industri nasional. Salah satunya, terkait energi gas di Indonesia masih lebih mahal dibandingkan negara pesaing seperti Vietnam, Thailand, dan Malaysia.

Kedua, pasokan bahan baku industri kerap terkendala akibat kebijakan sektoral yang tidak sinkron, serta harga yang kurang ekonomis. Ketiga, biaya logistik yang tinggi turut menjadi beban bagi industri, sementara penerapan harga gas bumi tertentu (HGBT) masih terbatas sehingga daya saing produk nasional di pasar global belum optimal.

Selain itu, Saleh juga menyoroti ketidakpastian regulasi akibat kebijakan yang sering berubah-ubah. “Semua ini kami sampaikan sebagai bentuk masukan ilmiah demi kemajuan bangsa agar target pertumbuhan 8% dapat tercapai,” tambahnya.

Saleh juga menekankan bahwa potensi hilirisasi minyak dan gas bumi masih sangat luas. Gas alam dapat diolah menjadi LNG, amoniak, CO2, dan metanol, yang selanjutnya dapat dikembangkan menjadi urea, amonium nitrat, soda ash, DME, asam asetat, biodiesel, hingga produk industri seperti melamin, pupuk NPK, dan bahan bakar.***

Share76Tweet47

Kabar Terkait

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi
Berita

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi

07/10/2026
Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif
Berita

Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif

07/10/2026
Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter
Berita

Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter

06/10/2026
Load More
EkonomiPos.Com

We bring you the best Economy News

  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2025 EkonomiPos.com.

No Result
View All Result
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir

© 2025 EkonomiPos.com.

Go to mobile version