• Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Wednesday, October 7, 2026
Ekonomi Pos
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir
No Result
View All Result
EkonomiPos.Com
No Result
View All Result

Pemerintah Kurangi Impor Minyak dari Timur Tengah, Fokus Kerja Sama Energi Senilai Rp245 Triliun

30/07/2025
Industri migas | Foto: Chitsanupong.

Industri migas | Foto: Chitsanupong.

Share on FacebookShare on Twitter

Pemerintah Indonesia berencana mengurangi impor minyak dan gas (migas) dari sejumlah negara di kawasan Timur Tengah dan Asia.

Kebijakan ini sejalan dengan kerja sama energi senilai US$15 miliar (sekitar Rp245,9 triliun) yang telah disepakati bersama Amerika Serikat (AS), kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia.

Keputusan ini setelah pertemuan Bahlil dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, pada 28 Juli 2025.

Menurutnya, kerja sama tersebut mencakup impor berbagai produk energi seperti minyak mentah, Bahan Bakar Minyak (BBM), serta Liquefied Petroleum Gas (LPG).

“Impor dari negara lain akan kita kurangi, seperti dari Timur Tengah dan Asia. Fokusnya sekarang pada kerja sama dengan Amerika Serikat,” ujar Bahlil.

Pemerintah saat ini tengah menyusun perangkat kebijakan untuk memastikan harga energi impor dari AS tetap kompetitif dan menguntungkan secara ekonomi.

“Harga tentu harus bersaing. Saat ini kami sedang menyusun perangkat untuk memastikan itu,” tambahnya.

Dia juga mengungkapkan bahwa impor LPG dari Amerika Serikat sudah dimulai dan akan terus ditingkatkan volumenya. Namun, Bahlil belum merinci angka pasti peningkatan volume impor tersebut.

“Kalau LPG sudah berjalan. Tinggal kita tingkatkan volumenya, dan itu sekarang sedang kami hitung,” jelasnya.

Kesepakatan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk mendiversifikasi sumber pasokan energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada kawasan tertentu.

Di sisi lain, hubungan bilateral dengan AS di bidang energi juga diharapkan mendorong investasi dan stabilitas pasokan dalam negeri.***

Sumber: Investor.id
Share76Tweet47

Kabar Terkait

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi
Berita

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi

07/10/2026
Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif
Berita

Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif

07/10/2026
Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter
Berita

Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter

06/10/2026
Load More
EkonomiPos.Com

We bring you the best Economy News

  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2025 EkonomiPos.com.

No Result
View All Result
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir

© 2025 EkonomiPos.com.

Go to mobile version