• Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Wednesday, October 7, 2026
Ekonomi Pos
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir
No Result
View All Result
EkonomiPos.Com
No Result
View All Result

Sikap Presiden Prabowo di Kasus Beras Oplosan: Banyak Pemain Jahat Pengusaha yang Menipu Rakyat

21/07/2025
Presiden Prabowo Subianto.

Presiden Prabowo Subianto.

Share on FacebookShare on Twitter

Presiden Prabowo Subianto menyatakan sikap tegas terhadap maraknya praktik kecurangan dalam distribusi pangan, khususnya peredaran beras oplosan yang dijual sebagai beras premium.

Dalam pidatonya saat menutup Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Solo, Minggu, 20 Juli 2025, Prabowo mengecam keras oknum pengusaha yang terlibat dalam praktik manipulasi harga dan mutu beras.

“Masih banyak permainan jahat dari pengusaha-pengusaha yang menipu rakyat. Beras biasa dibilang beras premium, harganya dinaikkan seenaknya. Ini pelanggaran!” tegas Presiden Prabowo di hadapan peserta kongres.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga langsung memerintahkan aparat penegak hukum, yakni Jaksa Agung dan Kepolisian Republik Indonesia, untuk segera mengusut dan menindak tegas para pelaku kecurangan tanpa pandang bulu.

“Saya telah minta Jaksa Agung dan polisi menindak pengusaha-pengusaha itu dengan tegas. Jangan ada toleransi!” ujarnya.

Presiden menyebut praktik pengoplosan beras ini bukan sekadar pelanggaran biasa, melainkan sudah masuk dalam kategori kejahatan ekonomi besar. Berdasarkan laporan yang diterimanya, kerugian negara akibat praktik tersebut mencapai Rp100 triliun setiap tahun, atau setara dengan Rp1.000 triliun dalam lima tahun.

“Ini kejahatan ekonomi yang luar biasa. Menurut saya, ini sudah termasuk subversi ekonomi. Menikam rakyat!” ungkap Prabowo.

Dalam pidatonya, Prabowo juga mengajak publik membayangkan dampak positif jika kerugian akibat praktik curang tersebut bisa ditekan dan dialihkan untuk pembangunan. Ia menyebut, dana sebesar Rp1.000 triliun selama lima tahun bisa dimanfaatkan untuk menghapus kemiskinan secara signifikan.

“Bayangkan kalau uang Rp100 triliun per tahun itu digunakan untuk rakyat. Kita bisa hilangkan kemiskinan dalam lima tahun!” ujarnya.***

Share76Tweet47

Kabar Terkait

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi
Berita

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi

07/10/2026
Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif
Berita

Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif

07/10/2026
Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter
Berita

Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter

06/10/2026
Load More
EkonomiPos.Com

We bring you the best Economy News

  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2025 EkonomiPos.com.

No Result
View All Result
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir

© 2025 EkonomiPos.com.

Go to mobile version