• Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Wednesday, October 7, 2026
Ekonomi Pos
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir
No Result
View All Result
EkonomiPos.Com
No Result
View All Result

Pasar Global Bergejolak, Rupiah Berpotensi Menguat Terhadap Dolar AS

12/01/2026
Share on FacebookShare on Twitter

Nilai tukar rupiah berpotensi menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal pekan ini didorong oleh sentimen global setelah penyelidikan kriminal dibuka terhadap Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell oleh jaksa federal AS, yang memicu pelemahan indeks dolar AS di pasar keuangan dunia.

Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyatakan bahwa keputusan jaksa federal AS membuka penyelidikan terhadap Powell memicu respon negatif di pasar mata uang global, membuat dolar AS melemah terhadap sejumlah mata uang utama termasuk rupiah. Faktor ini menjadi salah satu pendorong potensi penguatan rupiah.

Meski demikian, pada pembukaan perdagangan Senin pagi, rupiah masih terlihat melemah tipis terhadap dolar AS, diperdagangkan di sekitar level Rp16.840 per dolar AS, turun dibandingkan posisi akhir perdagangan pekan lalu. Investor diperkirakan akan menunggu data ekonomi domestik, seperti angka penjualan ritel Indonesia, yang akan diumumkan hari ini dan bisa turut mempengaruhi arah pergerakan kurs.

Lukman memperkirakan kurs rupiah bergerak dalam rentang Rp16.750 hingga Rp16.850 per dolar AS pada perdagangan hari ini, mencerminkan adanya peluang penguatan tetapi masih dipengaruhi dinamika pasar global dan data ekonomi domestik.

Analisis lain juga menunjukkan bahwa sentimen eksternal, khususnya dari pasar AS, bisa berdampak pada nilai tukar negara berkembang seperti Indonesia. Pelemahan indeks dolar AS umumnya membuka ruang bagi mata uang lain untuk menguat, termasuk rupiah, meskipun tekanan domestik dan faktor pasar lain tetap perlu diwaspadai investor.

Selain penyelidikan terhadap Powell, dinamika pasar global tetap dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi AS dan ekspektasi kebijakan moneter The Fed. Ketidakpastian atas keputusan suku bunga dan data ekonomi AS dapat memperkuat volatilitas pasar mata uang. Sementara itu, kondisi domestik seperti arus modal asing masuk ke Surat Berharga Negara (SBN) juga menjadi faktor yang diamati pelaku pasar.

Investor kini terus memantau pergerakan nilai tukar rupiah di tengah kombinasi sentimen global dan data ekonomi domestik yang akan dirilis dalam beberapa hari ke depan, untuk menentukan arah tren nilai tukar selanjutnya.

Share76Tweet47

Kabar Terkait

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi
Berita

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi

07/10/2026
Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif
Berita

Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif

07/10/2026
Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter
Berita

Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter

06/10/2026
Load More
EkonomiPos.Com

We bring you the best Economy News

  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2025 EkonomiPos.com.

No Result
View All Result
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir

© 2025 EkonomiPos.com.

Go to mobile version