• Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Wednesday, October 7, 2026
Ekonomi Pos
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir
No Result
View All Result
EkonomiPos.Com
No Result
View All Result

Rupiah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Respons Resmi Bank Indonesia

07/07/2026
Share on FacebookShare on Twitter

Bank Indonesia (BI) merespons pelemahan nilai tukar rupiah yang kembali mendekati level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat. Bank sentral menegaskan pergerakan mata uang Garuda masih berada dalam koridor yang dapat dikendalikan melalui berbagai langkah stabilisasi di pasar keuangan.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia menyampaikan bahwa pelemahan rupiah lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen global, termasuk penguatan dolar AS dan meningkatnya ketidakpastian di pasar keuangan internasional. Kondisi tersebut turut menekan mata uang sejumlah negara berkembang, tidak hanya Indonesia.

BI memastikan terus memantau dinamika pasar sekaligus mengoptimalkan kebijakan stabilisasi nilai tukar. Langkah yang ditempuh meliputi intervensi di pasar valuta asing, pasar obligasi, serta optimalisasi instrumen moneter guna menjaga keseimbangan permintaan dan pasokan valuta asing.

Menurut bank sentral, fundamental ekonomi Indonesia masih dinilai cukup kuat untuk menopang stabilitas rupiah. Inflasi yang terkendali, prospek pertumbuhan ekonomi, serta kecukupan cadangan devisa disebut menjadi faktor penting yang mendukung ketahanan ekonomi nasional di tengah gejolak global.

Meski demikian, BI mengakui tekanan terhadap rupiah masih berpotensi berlanjut selama ketidakpastian global belum mereda. Karena itu, koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait terus diperkuat untuk menjaga stabilitas sektor keuangan sekaligus mempertahankan kepercayaan investor terhadap pasar domestik.

Dalam beberapa waktu terakhir, nilai tukar rupiah bergerak mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Pergerakan tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena berpotensi memengaruhi biaya impor, inflasi, hingga aktivitas dunia usaha apabila pelemahan berlangsung dalam jangka panjang.

Bank Indonesia menegaskan akan terus mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik serta mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. BI optimistis kombinasi kebijakan moneter, stabilitas sistem keuangan, dan sinergi dengan pemerintah dapat membantu meredam tekanan terhadap mata uang nasional.

Share76Tweet47

Kabar Terkait

Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter
Berita

Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter

06/10/2026
Jasa Raharja Riau dan Tim Pembina Samsat Lakukan Rapat Koordinasi Perizinan Angkutan Umum
Berita

Jasa Raharja Riau dan Tim Pembina Samsat Lakukan Rapat Koordinasi Perizinan Angkutan Umum

06/10/2026
Fitch Pertahankan Rating Tertinggi AAA(idn) BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah Jadi Kunci
Finance

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi AAA(idn) BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah Jadi Kunci

05/10/2026
Load More
EkonomiPos.Com

We bring you the best Economy News

  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2025 EkonomiPos.com.

No Result
View All Result
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir

© 2025 EkonomiPos.com.

Go to mobile version