• Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Wednesday, October 7, 2026
Ekonomi Pos
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir
No Result
View All Result
EkonomiPos.Com
No Result
View All Result

Pertumbuhan Ekonomi Semakin Turun, Ini Sebabnya

08/05/2015
Share on FacebookShare on Twitter
foto/int
foto/int

Ekonomipos.com, Jakarta – Badan Pusat Statisitik (BPS) menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2015 mencapai 4,71 persen secara tahunan (year on year/yoy), atau turun dibandingkan kuartal I 2014 sebesar 5,21 persen.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri Firdaus mengatakan, lambatnya pertumbuhan ekonomi ini salah satunya disebabkan oleh konsumsi masyarakat yang relatif rendah dibanding periode sebelumnya.

“Semua komponen pengeluaran rumah tangga melambat. Hanya pengeluaran untuk makanan dan minuman, serta perumahan yang tidak melambat,” ujarnya di Kantor Indef, Jakarta, Jumat (8/5/2015).

lebih lanjut Firdaus menuturkan, rendahnya tingkat konsumsi rumah tangga ini disebabkan oleh depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), yang berdampak pada melonjakan harga barang kebutuhan pokok.

Hal ini semakin diperberat dengan kenaikan komponen lain seperti harga bahan bakar minyak (BBM), tarif listrik dan harga elpiji.

“Ini dimanfaatkan oleh pelaku ekonomi untuk menjustifikasi setiap kenaikan harga. Itu kan komoditas yang pemerintah punya kendali mengatur harganya. Pemerintah justru tidak melakukan itu, dan ini memicu peningkatan harga lainnya,” lanjutnya.

Selain itu, perlambatan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I ini juga dinilai akibat dari realisasi belanja pemerintah yang masih kecil, yaitu hanya sekitar 2,52 persen dari pagu APBN-P 2015. Padahal periode yang sama tahun lalu, realisasi belanja modal tembus di angka Rp 12,34 triliun atau 6,69 persen dari pagu APBN 2014.

“‎Penyebabnya, lambatnya persiapan administrasi kelembagaan sejumlah kementerian. Seperti penggabungan kementerian, lelang jabatan. Jadi di internal sendiri yang menghambat realisasi penyerapan anggaran. Itu membuat proyek pembangunan infrastruktur tertunda,” jelas dia.

Meskipun neraca perdagangan pada kuartal I surplus, namun itu lebih disebabkan karena impor yang turun menjadi 15,‎1 persen dan bukan disebabkan oleh peningkatan ekspor nasional (Liputan6).

Share76Tweet47

Kabar Terkait

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi
Berita

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi

07/10/2026
Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif
Berita

Perkuat Kepatuhan Pajak di Provinsi Kepri, Tim Pembina Samsat Nasional Dorong Pelayanan yang Lebih Mudah dan Adaptif

07/10/2026
Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter
Berita

Pastikan Data Tagihan Rumah Sakit Akurat, Jasa Raharja Riau Kawal Penuntasan Guarantee Letter

06/10/2026
Load More
EkonomiPos.Com

We bring you the best Economy News

  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2025 EkonomiPos.com.

No Result
View All Result
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir

© 2025 EkonomiPos.com.

Go to mobile version