Untung Rugi Investasi Reksadana Cara Lump Sum

by

EKONOMIPOS.COM (EPC), JAKARTA – Untuk memilih strategi investasi reksadana yang paling cocok untuk Anda, tengok lagi rencana keuangan Anda. Sesuaikan rencana keuangan dan karakter risiko untuk menemukan strategi investasi reksadana yang pas.

Strategi investasi reksadana dengan cara lump sum cocok digunakan oleh investor yang sulit mendisiplinkan diri dalam melakukan investasi. “Investasi sekaligus ini memang lebih tidak ribet, investor tidak harus bolak-balik menyetor investasi,” kata Edward P. Lubis, Direktur Utama Bahana TCW Investment Management.

Strategi investasi ini bisa digunakan oleh investor-investor yang menerima penghasilan tidak tetap. Misalnya saja pemilik toko. Dus, ia bisa berinvestasi setiap menerima keuntungan.

Strategi investasi ini juga bisa menguntungkan bila investor memperhatikan market timing. Perencana keuangan dari Finansia Consulting Eko Endarto mengatakan, apabila pasar sedang bergerak menguat dan investor masuk ke pasar saat harga masih di bawah, investasi dengan cara lump sum akan langsung memberikan manfaat bagi investor. “Peningkatan aset dengan nilai besar akan terasa,” kata dia.

Karena itu, investor harus memahami waktu yang tepat untuk memulai investasi, agar memperoleh hasil maksimal. Masalahnya, sangat sulit untuk menentukan waktu yang tepat masuk ke pasar. “Orang yang ahli saja masih kesulitan menentukan kapan waktu yang tepat untuk berinvestasi,” cetus Edward.

Alhasil, masalah market timing ini juga menjadi salah satu kelemahan dari strategi investasi lump sum. Bila investor ragu-ragu dan selalu merasa waktunya kurang pas untuk masuk ke pasar lantaran pasar sedang bergejolak, bisa jadi ia malah tertinggal dan gagal masuk di posisi harga yang murah. Atau bisa jadi, investor salah membuat keputusan, sehingga akhirnya malah masuk ke pasar saat harga sudah naik tinggi dan mendekati koreksi.

Selain itu, investasi dengan cara lump sum ini kurang cocok bagi investor yang modalnya tidak terlalu besar. Semakin besar nilai investasi awal, akan semakin optimal hasilnya.

Investasi reksadana secara sekaligus ini cocok digunakan untuk kebutuhan investasi dalam jangka pendek dan menengah, terutama kebutuhan keuangan dalam periode kurang dari lima tahun. “Karena tujuan keuangan dalam jangka waktu tersebut membutuhkan kepastian likuiditas,” cetus Eko.

Dengan asumsi kinerja pasar modal di jangka pendek atau jangka menengah positif, investasi dengan cara lump sum bisa memberikan imbal hasil lebih optimal ketimbang investasi secara berkala. Dengan demikian, investor akan lebih mudah mencapai target imbal hasil yang diinginkan.

Eko mencontohkan, strategi investasi ini cocok digunakan untuk mempersiapkan biaya menunaikan ibadah haji beberapa tahun ke depan. Atau investor juga bisa memanfaatkan strategi ini untuk menyiapkan dana renovasi rumah.

Tentu saja, investor tetap harus rajin melakukan evaluasi atas kinerja investasinya. Salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah apakah hasil investasi tersebut bisa mengalahkan tingkat inflasi. (Kontan)

No More Posts Available.

No more pages to load.