Pelaku Usaha Terlilit Utang Rentenir Jadi Kendala Program Baznas Meranti

by
EKONOMIPOS.COM (EPC), SELATPANJANG – Pelaku usaha kecil menengah di Kepulauan Meranti masih banyak terjebak hutang di rentenir. Hal itu karena sulitnya mereka mendapatkan pinjaman di bank konvensional, berhubung tidak memiliki aset sebagai agunan.
 
“Banyak pelaku UKM yang datang ke kami untuk mengajukan bantuan program Meranti Produktif ke Baznas. Namun saat kami wawancara, mereka ternyata masih memiliki utang di rentenir,” ujar Sekretaris Baznas Kepulauan Meranti, M Khozin, Minggu (15/10/2017).
 
Pelaku UKM tersebut kata M Khozin kebanyakan adalah UKM yang tidak memiliki aset yang bisa dijadikan agunan untuk mendapatkan modal ringan. “Kalau pinjam ke bank kan minimal punya agunan untuk dijadikan jaminan, sedangkan di rentenir cukup pakai KTP dan KK,” ujar Khozin.
 
Akibat masih terlilit utang di rentenir, kata M Khozin menjadi kendala bagi bagi pelaku UKM untuk menerima Program Meranti Produktif.
 
“Kita tidak akan jadikan pelaku UKM yang masih memiliki utang di rentenir sebagai penerima program. Mubazir nanti modal yang kita berikan, karena untuk membayar utang ke rentenir. Kalau mau jadi penerima Program Meranti Peduli dari Baznas, jangan berurusan dengan rentenir,” ujarnya.
 
Padahal, jika pelaku UKM tidak memiliki utang ke rentenir Bazanas bisa memberi modal hingga sebesar Rp 10 juta. “Tapi kan tidak sekaligus sebanyak itu, harus bertahap. Tahap pertama kita berikan modal sebesar Rp 2 juta,” ujar M Khozin.
 
Ditambahkan Khozin, sebenarnya Meranti Produktif merupakan program Baznas untuk memerangi praktik rentenir di Meranti. Ia mengatakan, sudah banyak pelaku UKM di Meranti yang terbantu dengan program Meranti Produktif dari Baznas.
 
Pelaku UKM tersebut kebanyakan berupa warung kelontong, usaha menjahit ibu-ibu dan usaha kuliner. “Sudah banyak yang terbantu dari program ini, namun datanya ada di kantor,” ujar Khozin.
 
Dia menjelaskan, program Meranti Produktif dari Bazanas diperuntukkan bagi pelaku UKM yang dinilai bersungguh-sungguh dalam menjalankan usahanya. “Kami memberikan modal itu tanpa bunga sepersen pun, namun hanya pelaku UKM yang dinilai bersungguh-sungguh saja yang akan kami beri modal dari program itu,” lanjut Khozin. (*)