Plt Gubri Minta Izin Ke LHK Pakai Hellikopter

by
ft/int
ft/intEkonomipos.com, Pekanbaru – Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, Rabu (02/09/2015), minta izin kelanjutan operasional hellikopter, untuk proses pemadan api kebakaran hutan dan lahan di Riau.

Dalam rapat bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LKH), Siti Nurbaya Bakar, juga membahas soal kebakaran halan dan hutan di Riau, yang kini semakin meningkat

Seperti yang di Rilis Kepala Biro Humas Provinsi Riau, Darusman, hellikopter yang dipergunakan untuk melakukan pe madaman titik api dengan cara water boming.

“Pak Plt Gubri berharap pemerintah Pusat juga harus cepat mengambil tindakan agar penyelesaian masalah kebakaran lahan dan hutan ini cepat selesai diatasi,” katanya.

Provinsi Riau hari ini, Rabu (02/09/2015) tercatat menyumbang sebanyak 134 hotspot atau titik panas.

Kasi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Slamet Riyadi, dari 12 kabupaten/kota di Provinsi Riau, hanya Kota Pekanbaru yang tidak menyumbang hotspot. Sementara 11 kabupaten/kota lainnya terpantau hotspot

Dari 134 titik hotspot, Kabupaten Pelalawan peyumbang hotspot terbanyak, yakni 46 titik. Disusul Kabupaten Indragiri Hilir 29 hitspot dan Inhu 21 hitspot. Sementara kabupaten lainnya hanya terpantau paling tinggi belasan titik hotspot, dengan konfiden 70 persen.

Sementara visibiliti hari ini, sejak pagi, untuk kota Pekanbaru 500 M, Rengat 800 meter, Dumai 700 meter, Pelalawan 400 meter. (Mlb)