HARGA SUN: Diprediksi Bergerak Terbatas, Investor Fokus Pelaksanaan Lelang

by

EKONOMIPOS.COM (EPC), JAKARTA – Harga surat utang negara (SUN) pada perdagangan Selasa (21/6/2016) diprediksi masih bergerak terbatas di pasar sekuner.

Analis fixed income PT MNC Securities I Made Adi Saputra mengatakan hari ini investor akan fokus terhadap pelaksanaan lelang penjualan SUN yang diadakan oleh pemerintah, di mana lelang hari ini merupakan lelang SUN terakhir di semester I/2016.

Hingga lelang terakhir, pemerintah telah menerbitkan surat berharga negara (SBN) di kuartal II/2016 senilai Rp100,34 triliun dari target penerbitan senilai Rp106 triliun. Dengan menyisakan target penerbitan di kuartal II 2016 senilai Rp5,65 triliun, maka diperkirakan pemerintah akan fokus terhadap tingkat imbal hasil yang diminta oleh investor ketimbang mengejar volume penerbitan.

Secara teknikal, harga SUN masih berada pada area konsolidasi, sehingga harga SUN diprediksi masih = bergerak dengan rentang perubahan harga yang terbatas dan arah pergerakan yang cenderung mendatar (sideways). Minimnya data ekonomi di jelang pelaksaan referendum warga Inggris akan mendorong investor untuk menahan diri malakukan transaksi.

“Dengan kondisi tersebut maka kami sarankan kepada investor untuk tetap mencermati arah pegerakan harga SUN di pasar sekunder dengan melakukan strategi trading jangka pendek di tengah kondisi pasar yang bergerak berfluktuasi,” kata Made dalam risetnya, Selasa (21/6/2016).

Made merekomendasikan jual untuk seri FR0056 dan FR0072. Sementara itu untuk rekomendasi beli secara bertahap bisa dilakukan pada seri FR0071, FR0052, FR0073, FR0045 dan FR0067.

Rencana lelang penjualan SUN seri SPN12170302 (Reopening), FR0053 (Reopening), FR0073 (Reopening) dan FR0072 (Reopening) pada Selasa, tanggal 21 Juni 2016. Pemerintah akan melakukan lelang SUN dalam mata uang rupiah untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2016. terget penerbitan senilai Rp12 triliun.

Sementara itu dari pasar surat utang global, imbal hasil dari surat utang global cenderung mengalami kenaikan, di tengah kenaikan harga saham global yang dipengaruhi oleh memudarnya kemungkinan keluarnya Inggri dari Uni Eropa mendorong investor untuk mejual aset yang lebih aman (safe haven asset) dan masuk pada aset yang lebih berisiko.  Imbal hasil dari US Treasry dengan tenor 10 tahun ditutup pada level 1,67% dari posisi penutupan sebelumnya di 1,62%.

Adapun imbal hasil dari surat utang Jerman (Bund) ditutup pada level 0,0566% dari posisi penutupan sebelumnya di level 0,018%. Adapun imbal hasil surat utang Jepang relatif bergerak terbatas dengan ditutup pada posisi -0,153%. (bisnis)