Ideafest 2016 Disambut Antusias

by

EKONOMIPOS.COM (EPC),JAKARTA-Perhelatan tahunan Ideafest 2016 disambut antusias masyarakat.

Semenjak acara Ideatalks telah dihadiri oleh 2000+ pengunjung, pada hari sebelumnya, program Conference (konferensi) dan Indovidfest dihadiri sebanyak 3.000 pengunjung

Acara bertema “Your Question. His Answer. About Indonesia” tersebut dibuka oleh Anies Baswedan. Menurut mantan menteri pendidikakan ini, Indonesia memiliki optimisme yang besar sehingga harus dipacu oleh pandangan-pandangan positif agar pada akhirnya dapat melahirkan dan mewujudkan Indonesia yang lebih maju. Dari optimisme tersebut, beliau mengundang para peserta untuk tidak tinggal diam, namun siap bernegara dan ikut ambil bagian dalam pembangunan Indonesia, sesuai porsinya masing-masing.
Dalam acara tersebut, sejumlah pihak menyampaikan pandangannya terhadapekonomi kreatif di Indonesia.
Walikota Bandung Ridwan Kamil, berbagi pandangan kepada para peserta mengenai modal untuk mengantarkan perubahan, yang bukan sekedar kreativitas tetapi juga kemauan untuk menjemput perubahan itu sendiri. Walikota yang akrab disapa Kang Emil ini, memaparkan gagasan-gagasan kreatifnya yang ia realisasikan selama memimpin Bandung sampai sekarang, diantaranya Bandung Creative Design Center, Taman Film dan website Iuran (Inovasi Urang-Urang Bandung). Beliau juga memiliki visi untuk menjadikan Bandung sebagai “Sillicon Valley” setelah sebelumnya dinyatakan sebagai First Digital Economy City in ASEAN oleh Facebook.
Hooi Ling Tan, CoFounder dan COO Grab, mengaku takjub dengan perkembangan layanannya di Indonesia dan mengaku salah satu kunci kesuksesan perusahaannya ialah pendekatan pasar yang hyperlokal.
CEO Blue Bird Group, Noni Purnomo juga tampil dengan memperkenalkan semangat perusahannya yang siap dan tanggap dengan perubahan. Tidak sekedar berbagi ide, pemimpin perusahaan berlogo burung biru itu membuktikan keterbukaannya terhadap inovasi dengan mengundang para peserta untuk melakukan idea pitch (presentasi ide) terkait inovasi-inovasi untuk Blue Bird.
Di sesi selanjutnya HB Naveen, dari Falcon Pictures, perusahaan yang mendalangi lahirnya rentetan blockbuster Indonesia seperti “Warkop DKI Reborn”,”My Stupid Boss”, dan “Comic 8” berbagi resep kesuksesannya dalam industri film. Pengalamannya selama ini membuktikan bahwakemampuan dalam membaca pattern pasar berperan besar dalam perjalanan sukses film-film yang diciptakannya.
Pada conference ini, salah satu sesinya juga membahas tentang kiat mengembangkan bisnis digital dari tingkatan start up sampai menjadi perusahaan bernilai miliaran dolar AS. Pada sesi ini Andi Boediman (Ideosource), Wilson Cuaca (East Ventures), William Tanuwijaya (CEO Tokopedia) dan Lingga Madu (Salestock) berbagi tentang modal penting dari sebuah perusahaan start up ialah kualitas founder dan kemampuan dalam pendekatan analitiknya terhadap bisnis yang dijalankan.
Edho Zell dan Agung Hapsah juga berbagi di dua sesi yang berbeda, mengenai perkembangan video online dan potensi yang diberikannya. Keduanya juga menghimbau tentang pentingnya konten yang positif mengingat video online banyak dikonsumsi oleh anak-anak.
Disamping memberikan inspirasi, Ideafest 2016 juga terus memberi apresiasi bagi para wirausaha sosial dengan menobatkan Andi Hilmy, pendiri GEN OIL dari Makassar, Sulawesi Selatan sebagai pemenang kompetisi “Ideas forIndonesia” tahun ini. Bersama kelima temannya, Andi Hilmy mengolah minyak menjadi biodiesel untuk membantu perekonomian sekaligus sumber daya manusia di Makassar. Sebagai hadiah, Andi akan mendapatkan perjalanan edukasi ke Inggris bersama British Council.
IDEAFEST merupakan sebuah gerakan untuk menciptakan perubahan positif bagi Indonesia melaui kompetisi dan festival di bidang bisnis kreatif. IDEAFEST dimulai pada tahun 2011 sebagai ajang dua tahunan dan mulai tahun ini menjadi ajang tahunan yang menghadirkan berbagai komunitas kreatif, praktisi kewirausahaan, serta figur-figur inspiratif dari berbagai bidang, baik nasional maupun global. IDEAFEST hadir berdampingan dengan kompetisi “Ideas for Indonesia” untuk menjaring ide-ide kewirausahaan sosial dari anak bangsa di seluruh Indonesia.
(Bisnis)