• Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Saturday, October 10, 2026
Ekonomi Pos
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir
No Result
View All Result
EkonomiPos.Com
No Result
View All Result

La Nina, Harga Beras Masih Tinggi

20/09/2016
Share on FacebookShare on Twitter

EKONOMIPOS.COM (EPC), JAKARTA – Fenomena la nina yang terjadi sepanjang tahun ini menjadi salah satu faktor harga beras yang konsisten berada di level tinggi. Pasalnya, saat la nina, kualitas gabah yang dihasilkan petani lebih bagus dari pada saat musim kering.

Ketua Umum Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) mengatakan tidak mudah untuk kembali menurunkan harga beras meski kinerja produksi tahun ini cukup baik. Apalagi, tahun ini rendemen beras yang dihasilkan petani lebih baik dari tahun lalu.

“Harga gabahnya juga sudah tinggi. Tapi itu memang wajar karena yang diproduksi petani itu gabahnya lebih berkualitas.

Saat ini musimnya la nina, biasanya yang diproduksi di musim ini kualitasnya lebih bagus,” kata Sutarto di Jakarta, Selasa (20/9).

Sutarto meenyampaikan selain upaya pemerintah yang memang sangat gencar mendorong produksi, efek la nina memang sangat baik untuk pertumbuhan padi.

Kedua faktor ini mengerek rendemen hingga lebih dari 60%, setelah tahun lalu tercatat hanya sekitar 50-an persen.

Situasi ini pula yang ikut mengerek harga gabah di tingkat petani. Menurut pantuan Perpadi, sepanjang tahun ini harga gabah stabil di level Rp4.500-Rp4.600 per kilogram di tingkat petani (gabah kering panen/GKP).

Sebagai perbandingan, berdasarkan Inpres nomor 5 Tahun 2015 tentang Kebijakan Pengadaan Gabah/Beras dan Penyalurna Beras Oleh Pemerintah, harga GKP yaitu Rp3.700 per kilogram dan harga GKG Rp4.600 per kg.

Angka yang sama juga tercantum pada Permendag 63/2016 tentang Penetapan dan Penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting yang diterbitkan pekan lalu.

“Dari situasi tahun ini yang memang didukung dengan adanya la nina, mestinya situasi harga beras tahun ini lebih baik. Situasi harga di pasar akan lebih bertahan ,” terang Sutarto.\

 

(BISNIS)

Share76Tweet47

Kabar Terkait

Direktur Keuangan Jasa Raharja Kunjungi Gubernur Riau, Bahas Peningkatan Penerimaan dan Perlindungan Korban Kecelakaan Lalu Lintas
Berita

Direktur Keuangan Jasa Raharja Kunjungi Gubernur Riau, Bahas Peningkatan Penerimaan dan Perlindungan Korban Kecelakaan Lalu Lintas

09/10/2026
Melalui Retrospeksi Korban Laka Lantas, Jasa Raharja dan Korlantas Polri Ajak Masyarakat Jadikan Keselamatan sebagai Prioritas
Berita

Melalui Retrospeksi Korban Laka Lantas, Jasa Raharja dan Korlantas Polri Ajak Masyarakat Jadikan Keselamatan sebagai Prioritas

09/10/2026
Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi
Berita

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi

07/10/2026
Load More
EkonomiPos.Com

We bring you the best Economy News

  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2025 EkonomiPos.com.

No Result
View All Result
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir

© 2025 EkonomiPos.com.

Go to mobile version