• Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Saturday, October 10, 2026
Ekonomi Pos
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir
No Result
View All Result
EkonomiPos.Com
No Result
View All Result

PKS Minta Pemerintah Berani Setop Impor Pangan

28/09/2016
Share on FacebookShare on Twitter

EKONOMIPOS.COM (EPC),JAKARTA – Pemeritnah diminta berani menghentikan impor pangan strategis demi meningkatkan kesejahteraan petani.

Hal itu disampaikan Ketua Bidang Petani, Pekerja dan Nelayan DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ledia Hanifa dalam keterangan tertulisnya, Rabu (28/9/2016).

“Setop impor butuh keberanian politik,” kata Ledia.

Menurut dia, kebijakan politik yang penting sebagai kunci kesejahteraan petani adalah dengan menghentikan impor pangan strategis yang sebenarnya mampu dihasilkan oleh petani.

Mengutip data Biro Pusat Statistik (BPS) 2015, Ledia memaparkan nilai impor 8 produk strategis nasional seperti beras, jagung, kedelai, gula, gandum, dan garam menembus angka Rp52 triliun.

“Ini jelas sebuah ironi di negeri agraris,” katanya.

Ia menambahkan, pengawalan UU Perlindungan petani sampai di level provinsi dan kabupaten dalam bentuk lahirnya perda adalah wujud nyata kehadiran negara di sawah dan desa.

Ia juga berpendapat target kedaulatan pangan pemerintah sampai kini masih belum tercapai sepenuhnya, meskipun Indonesia merupakan negeri agraris.

Padahal, katanya, kodrat negeri agraris dan maritim adalah kodrat Indonesia, dan potensi agraris akan mampu mengantarkan Indonesia perkasa dalam urusan pangan sebagai pilar ketahanan nasional sampai level pedesaan.

Sebelumnya, Ketua Departemen Keuangan dan Perbankan DPP PKS Ecky Awal Mucharom mengatakan impor pangan yang bertujuan untuk melakukan stabilitasi harga sebenarnya merupakan kebijakan parsial dalam menyelesaikan masalah pangan di Tanah Air.

“Menurut amanat UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan, pemerintah berkewajiban melaksanakan kedaulatan pangan, ketahanan pangan, kemandirian pangan, dan keamanan pangan, jadi bukan hanya terkait stabilisasi harga pangan,” kata Ecky Awal.

Menurut Ecky, pemerintah harus serius merealisasikan program ketahanan dan kedaulatan pangan sebagai prioritas dengan alokasi anggaran yang memadai.

Hal itu, ujar dia, sangat penting mengingat permasalahan ketersedian, kecukupan dan kenaikan harga-harga pangan selalu berimbas pada turunnya daya beli rakyat secara luas.

Untuk itu, ia menegaskan bahwa alokasi anggaran dalam RAPBN 2017 untuk fungsi kedaulatan pangan sebesar Rp104,0 triliun, turun Rp13,9 triliun dari Rp117,9 triliun dalam APBNP 2016 perlu ditinjau ulang.

“Pemerintah harus memiliki disain kebijakan yang komprehensif agar sektor pertanian dan kelautan, benar-benar mampu menjadi basis industrialisasi dan pusat pertumbuhan baru ke depan,” katanya.

Dia berpendapat bahwa meningkatnya impor bahan pangan adalah salah satu wujud ketidakberhasilan kedaulatan pangan yang selama ini diharapkan menjadi implementasi agenda ke-7 Nawacita, yaitu mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.

Karena itu, lanjutnya, dalam rangka mendukung program ketahanan dan kedaulatan pangan, pemerintah harus sungguh-sungguh merealisasikan kebijakan Reforma Agraria untuk meningkatkan penguasaan lahan bagi petani sehingga akan meningkatkan produksi pangan nasional.

 

(Bisnis)

Share76Tweet47

Kabar Terkait

Direktur Keuangan Jasa Raharja Kunjungi Gubernur Riau, Bahas Peningkatan Penerimaan dan Perlindungan Korban Kecelakaan Lalu Lintas
Berita

Direktur Keuangan Jasa Raharja Kunjungi Gubernur Riau, Bahas Peningkatan Penerimaan dan Perlindungan Korban Kecelakaan Lalu Lintas

09/10/2026
Melalui Retrospeksi Korban Laka Lantas, Jasa Raharja dan Korlantas Polri Ajak Masyarakat Jadikan Keselamatan sebagai Prioritas
Berita

Melalui Retrospeksi Korban Laka Lantas, Jasa Raharja dan Korlantas Polri Ajak Masyarakat Jadikan Keselamatan sebagai Prioritas

09/10/2026
Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi
Berita

Hadiri Munas XVII ORGANDA, Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi

07/10/2026
Load More
EkonomiPos.Com

We bring you the best Economy News

  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Editorial
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2025 EkonomiPos.com.

No Result
View All Result
  • Home
  • Lifestyle
  • Insight
  • Finance
  • Industry
  • Showbiz
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bengkalis
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Rokan Hilir

© 2025 EkonomiPos.com.

Go to mobile version